Polisi Lega Bisa Bekuk Darsilan

Minggu, 30 Agustus 2015 | 18:54 WIB
Kasatreskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono. (Foto: Pujianto)

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Polisi Rembang mengaku lega bisa menangkap Darsilan. Warga Desa Tanjungan Kecamatan Kragan ini merupakan target operasi polisi. Dia adalah maling motor yang terbilang ulung karena telah beraksi di 30 TKP.

Tetapi Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono mengaku belum puas. Sebab jaringan Darsilan belum terungkap. Pihaknya terus mengorek Darsilan agar mau buka suara soal komplotannya. Polisi dibantu dengan informasi dari masyarakat sebelum menangkapnya.

“Ini masih kami kembangkan terus. Komplotannya sedang kita buru. Terima kasih untuk masyarakat yang telah membantu informasi,” katanya.

Darsilan dibekuk polisi bersama enam maling motor termasuk penadah kendaraan hasil kejahatan. Enam orang itu adalah Hr, Sf, Ks, Aw, Kb, dan Dm yang hampir semuanya warga Rembang. Polisi menjerat Darsilan dengan ancaman Pasal 363 KUHP tentang Pencurian. Ancaman penjaranya maksimal 7 tahun.

Menurut Kasatreskrim, hampir semua pelaku curanmor beraksi dalam sindikat. Ada yang “bertugas” menerima dan melempar barang hasil kejahatan. Aksi para maling motor ini turut dipicu oleh perilaku sebagian masyarakat, yang masih gemar membeli motor bodong.

“Hasil kejahatan Darsilan ‘dibuang’ ke luar daerah juga. Mereka ini sindikat. Ada yang memetik, ada yang menerima, lalu ada yang bagian menjual,” ungkapnya.

Kapolres Rembang AKBP Winarto mengakui adanya perilaku sebagian masyarakat yang kepincut dengan motor bodong. Umumnya karena harganya yang relatif murah. Dia pun mengaku sudah mengendus daerah yang terindikasi sebagai sarang peredaran motor bodong.

“Sudah ada peta ke arah sana (sarang motor bodong). Janganlah (disebut). Kita akan segera sisir,” tandasnya.

Kapolres mengingatkan kepada masyarakat, agar tidak membeli kendaraan bermotor tanpa dilengkapi surat-surat yang sah. Sebab jika terbukti menadahi motor hasil kejahatan, polisi bisa menjerat dengan pidana.

“Yang bersangkutan dengan Pasal 481 KUHP yang ancaman hukumannya maksimal 7 tahun penjara,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan