Polisi Lasem Ungkap Laporan Palsu Korban Begal

Minggu, 29 Maret 2015 | 16:11 WIB
Kapolsek Lasem Iptu Muhammad Syuhada. (Foto: Pujianto)

Kapolsek Lasem Iptu Muhammad Syuhada. (Foto: Pujianto)

 

LASEM, mataairradio.com – Penyelidikan kasus dugaan pembegalan yang dilaporkan Maslam (49) warga Kasreman Kecamatan Rembang mengungkap fakta baru. Polisi kini menduga kuat Maslam merekayasa laporan. Cara itu diduga dipakai untuk mengelak dari kewajiban membayar utang.

Kapolsek Lasem AKP Muhammad Syuhada mengungkapkan, arah bahwa laporan pembegalan itu rekayasa, sudah 90 persen. Namun, polisi belum berani memastikannya. Upaya untuk mendalami kasus ini menuai kendala, karena Maslam mangkir dari panggilan pemeriksaan.

“Sudah ada indikasi ke arah rekayasa laporan. Kalau dipersentase sudah 90 persen mengarah ke sana (laporan palsu). Kami belum bisa memastikan. Motif kebanyakan utang. Ini kami dalami lagi. Perlu kami panggil lagi. Lha wong ini kita panggil kedua, nggak datang,” ungkapnya.

Maslam memang diketahui memiliki banyak utang. Hanya saja, jika laporan kasus pembegalannya benar rekayasa, Maslam malah bakal dikenai jerat Pasal 220 KUHP, yang ancaman hukumannya satu tahun empat bulan penjara.

“Kalau benar rekayasa, memang ada ancaman hukumannya,” tandasnya.

Syuhada mengaku tidak merasa dikerjai oleh Maslam. Menurutnya sudah menjadi tugas polisi untuk merespon secara cepat setiap laporan dari masyarakat. Namun, dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak sekali-kali mereka-reka laporan kepada polisi.

“Merasa dikerjai sih nggak ya. Polisi itu kan kalau berhasil menangkap penjahat tak pernah dipuji, tetapi kalau belum berhasil mengungkap kejahatan dicaci maki. Intinya jangan sekali-kali membuat laporan palsu lah,” tegasnya.

Sebab, dampak laporan palsu akan membikin takut masyarakat. Selain itu juga sudah tentu menyusahkan pelapor sendiri. Jika terbukti rekayasa, warga pun akan memberi cap atau label tukang bohong.

“Kalau sampai merekayasa laporan dan terbukti palsu, masyarakat lain kan jadi takut. Kesannya kan, itu ada yang lapor kok malah dipenjara. Laporan palsu juga bisa menyusahkan pelapor sendiri. Dan bisa dilabeli tukang bohong oleh masyarakat sekitar,” terangnya.

Dia mengaku baru kali ini menangani laporan palsu di Polsek Lasem. Dia berharap tak lagi menangani kasus laporan rekayasa. Namun dia akan terbuka dengan setiap laporan dari masyarakat.

Diberitakan sebelumnya, Maslam mengaku dibegal sekelompok orang di kawasan Desa Dorokandang Kecamatan Lasem, Minggu malam 22 Maret lalu. Uang tunai delapan juta rupiah yang dibawanya, disebut dirampas oleh kawanan begal.

Sepeda motor jenis Tossa mirip Jupiter yang dikendarainya juga disebut diceburkan ke dalam embung oleh para pelaku. Padahal sedianya, uang delapan juta itu akan digunakan untuk membayar utang kepada seseorang di Desa Leran Kecamatan Sluke.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan