Polisi Rekomendasikan Pemasangan Plang Larangan Mandi di Embung Kecil

Sabtu, 9 Agustus 2014 | 14:40 WIB
Embung Grawan (Foto:Puji)

Embung Grawan (Foto:Puji)

SUMBER, MataAirRadio.net – Kepolisian Sektor Sumber merekomendasikan pemasangan plang larangan mandi di embung, seiring kasus tenggelamnya dua orang anak hingga tewas di Desa Megulung Kecamatan Sumber pada Jumat (8/8) sore kemarin.

Menurut Kapolsek Sumber AKP Bibit AS, melalui papan larangan ini, paling tidak sudah ada upaya serius dari pihak desa untuk mengantisipasi insiden anak tenggelam di embung. Apalagi pada embung yang jaraknya dekat dengan permukiman. Terlebih ongkos pembuatan plang larangan ini hanya puluhan ribu.

Dia pun berpandangan, jika pihak desa memiliki cukup anggaran, antisipasi kasus bocah tenggelam di embung, bisa dilakukan dengan memasang pagar di sekeliling embung. Beberapa embung yang sudah dipagari meski hanya dengan bambu, cukup efektif untuk mencegah anak-anak bermain air di embung.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Rembang Mursyid sempat menyatakan perlunya pemagaran terhadap beberapa embung yang berlokasi di dekat permukiman. Kala itu, Mursyid berjanji untuk segera mengusulkan pemagaran kepada pihak Dinas Pekerjaan Umum.

Menurutnya, dari banyak embung yang berada di dekat permukiman, hanya sedikit yang berpagar keliling. Dia mengungkapkan, hanya sebagian embung bantuan dari Pemprov Jateng yang berpagar. Selebihnya nyaris tidak ada.

Dia sendiri sependapat bahwa embung di dekat permukiman yang tidak berpagar, rawan mencelakakan warga. Apalagi yang sering dijadikan sebagai ajang bermain air. Mursyid mengingatkan, pagar keliling bukan satu-satunya cara meminimalkan kecelakaan embung, karena peran orang tua pun diperlukan.

Diberitakan sebelumnya, dua orang anak tewas tenggelam saat asyik mandi di Embung Desa Megulung Kecamatan Sumber, Jumat (8/8) sekitar jam tiga sore. Korban masing-masing Hilga Tyas Bagus Saputra (11) dan Amirudin (12). Keduanya masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Kondisi embung tak berpagar keliling. Namun di sekeliling embung ditanami banyak pepohonan, sehingga anak-anak yang bermain di sana, sulit terpantau jika terjadi insiden yang tak diinginkan. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan