Polisi Hutan Mantingan Tangkap Basah Dua Pencuri Kayu Jati

Jumat, 10 Oktober 2014 | 14:04 WIB

Kayu jati gelondongan hasil curian dari wilayah hutan KPH Mantingan. (Foto: Pujianto)

Kayu jati gelondongan hasil curian dari wilayah hutan KPH Mantingan. (Foto: Pujianto)

 

SUMBER, mataairradio.com – Dua orang warga tertangkap basah oleh polisi hutan (polhut) saat sedang mengangkut kayu jati curian dari hutan wilayah Petak 6A RPH Logede BKPH Sudo KPH Mantingan.

Dua orang itu adalah warga Desa Jadi Kecamatan Sumber, masing-masing bernama Jarmin (41) warga RT 4 RW 1 dan Rasipin (48) warga RT 2 RW 2. Dua pelaku tersebut ditangkap pada hari Rabu (8/10/2014) sore kemarin.

Rasipin ditangkap lebih dahulu pada sekitar pukul 15.00, sedangkan Jarmin ditangkap pada dua jam setelahnya atau sekitar pukul 17.00 WIB. Hingga Jumat (10/10) ini, keduanya meringkuk di sel tahanan Mapolres Rembang.

Wakil Administratur KPH Mantingan Mochammad Rizqon mengungkapkan, keduanya ditangkap oleh polhut yang sedang berpatroli. Petugas melihat dua orang yang masing-masing mengendarai sepeda motor dan mengangkut masing-masing empat batang kayu jati.

“Patroli polhut ini setelah sebelumnya diperoleh informasi pencurian kayu hutan di wilayah BKPH Sudo, khususnya di daerah RPH Logede. Setelah diintai tiga hari, akhirnya petugas berhasil menangkap dua orang pelaku lengkap dengan barang bukti dan sarana kejahatannya,” ungkapnya.

Dua pelaku tersebut, menurut Rizqon diserahkan kepada penyidik polisi untuk diproses hukum lebih lanjut. Barang bukti berupa delapan gelondong kayu jati ukuran panjang 2,5 meter dan diameter 13 centimeter, serta satu unit kapak dan dua unit sepeda motor, turut serta diamankan sebagai bukti.

“RPH Logede tidak termasuk lokasi panenan. Namun BKPH Sudo termasuk cukup rawan pencurian kayu. Kita serahkan ke Polres Rembang agar ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Pihaknya belum mendapat keterangan lebih lanjut mengenai keterlibatan kedua pelaku dalam hal memasok kayu hutan ke sejumlah industri pengolahan kayu. Pihak kepolisian belum memberikan informasi perkembangan penyidikan kepada pihak KPH Mantingan.

Rizqon menambahkan, pengamanan wilayah hutan dari pencurian kayu sebenarnya sudah dilakukan secara relatif ketat. Pihaknya mengerahkan petugas teritorial dan polisi hutan, selain juga bekerjasama dengan pihak kepolisian dan tentara.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan