Polisi Hutan Rembang Amankan Belasan Batang Jati Diduga Curian

Selasa, 12 Agustus 2014 | 15:37 WIB
Wakil Administratur KPH Mantingan Moch Rizqon menunjukkan 15 batang kayu jati dan pikap yang diamankan karena diduga bagian dari tindak pencurian kayu hutan. (Pujianto)

Wakil Administratur KPH Mantingan Moch Rizqon menunjukkan 15 batang kayu jati dan pikap yang diamankan karena diduga bagian dari tindak pencurian kayu hutan. (Pujianto)

SUMBER, MataAirRadio.net – Tim patroli polisi hutan KPH Mantingan mengamankan 15 batang kayu jati dan satu unit pikap pengangkutnya dari Desa Pelemsari Kecamatan Sumber, Senin (11/8) malam. Kayu dan mobil pengangkut ini ditinggalkan pengemudinya begitu saja dalam keadaan terperosok di selokan.

Awalnya, tim patroli polisi hutan berpapasan dengan pikap pengangkut kayu jenis T120SS bernomor polisi B9876HU. Pikap ini meluncur dari arah timur menuju barat. Karena mengangkut kayu, polisi hutan curiga itu hasil pencurian, sehingga mobil tim patroli pun putar balik untuk melakukan pengejaran.

Pikap ini kemudian diketahui berbelok ke kanan menuju Desa Pelemsari, diduga bermaksud mengelabuhi. Namun diduga sopirnya panik, pikap menabrak sepeda motor warga yang diparkir di tepi jalan dan terperosok di selokan. Sopir pikap yang tidak diketahui identitasnya pun kabur.

Wakil Administratur KPH Mantingan Mochammad Rizqon yang terjun ke lokasi setelah mendapat laporan, sempat kesulitan mengevakuasi pikap karena terperosok. Setelah dibantu warga, pikap akhirnya bisa diangkat. Selasa (12/8) pagi, belasan kayu berikut kendaraan pengangkutnya diamankan di KPH.

Pihak Perhutani KPH Mantingan masih berburu informasi mengenai pemilik kendaraan pikap guna mengungkap asal usul kayu. Meski pihaknya yakin kayu jati yang diamankan ini merupakan curian dari hutan KPH Mantingan, pelakunya harus diungkap dan bertanggungjawab. Belakangan berkembang informasi bahwa mobil bak terbuka itu milik seorang warga Dusun Ngiri Desa Sendangmulyo Kecamatan Bulu.

Rizqon menyatakan, polisi hutan bersama aparat Polres Rembang akan bekerjasama untuk menelisik informasi tersebut. Apalagi dilihat dari ukuran kayu yang diamankan, rata-rata miliki tebal lebih dari 20 centimeter dengan panjang 2,5 meter. Menurutnya, kayu jati dengan ukuran ini tergolong berusia tua atau lebih dari 30 tahun.

Pihak KPH Mantingan belum bisa memastikan, dari BKPH atau RPH mana, kayu jati tersebut. Rizqon mengaku masih memetakannya di lapangan. Namun yang jelas, tinggal 20-30 persen saja, hutan di KPH Mantingan yang terdapat kayu jati dengan ukuran dan usia seperti itu, di antaranya di BKPH Ngiri.

Mengenai pencurian kayu hutan, Rizqon menambahkan, sudah ada patroli setiap malam. Patroli dilakukan 24 jam, terutama di jam-jam rawan pada sore dan dini hari. Patroli dilakukan dengan mengerahkan polisi hutan mobil.

Dia menekankan, dari lebih dari 16.000 hektare hutan di wilayah KPH Mantingan, kayu jati tua mayoritas terdapat di BKPH Kalinanas dan BKPH Ngiri. Ia mengakui kesulitan meredam total tingkat pencurian kayu hutan di dua BKPH tersebut, dan membutuhkan tambahan dukungan dari TNI/Polri. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan