Polisi Hentikan Latih Tanding PSIR Versus Persipa

Rabu, 18 Maret 2015 | 18:42 WIB
Latih tanding antara PSIR Rembang dengan Persipa Pati di Stadion Krida Rembang, Rabu (18/3/2015) sore. (Foto: mataairradio.com)

Latih tanding antara PSIR Rembang dengan Persipa Pati di Stadion Krida Rembang, Rabu (18/3/2015) sore. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Polisi menghentikan laga uji coba antara PSIR Rembang dengan Persipa Pati, Rabu (18/3/2015) sore lantaran pertandingan itu tak dilengkapi izin.

Laga dihentikan ketika baru berjalan 25 menit dan kedudukan masih 0-0. Sementara jumlah penonton terpantau mencapai lebih dari 1.000 orang.

“Nggak ada izin. Memang nggak izin. Kami minta berhenti karena alasan keamanan,” ungkap Kasat Intelkam Polres Rembang AKP Antonius Wiyono saat dihubungi mataairradio.

Dihentikannya laga tersebut membuat Ganster kecewa berat. Mereka malu pada Patifosi, kelompok suporter Persipa, yang kadung tiba di Stadion Krida Rembang.

“Mengapa harus terjadi seperti ini? Apa gara-gara ada ketidakcocokan antara sebagian manajemen dengan pelatih, terus jadi seperti ini,” keluh Nugroho Ghozali, Komandan Ganster.

“Kami kecewa berat pertandingan dihentikan. Kami berharap kisruh yang ada antara manajemen dan tim pelatih bisa benar-benar selesai. Kalau seperti ini damainya hanya manis di bibir saja,” sambungnya.

Manajer PSIR Siswanto berkilah tidak ada persoalan apapun di internal manajemen dan pengelola. Menurutnya, hanya ada sedikit sumbatan komunikasi.

“Tidak ada masalah, hanya miskomunikasi. Pertandingan terpaksa dihentikan karena permintaan dari polisi atas alasan keamanan. Polisi tidak menerima permohonan izin dari panitia pertandingan,” terangnya.

Charis Kurniawan CEO PT Rembang Sportindo Mandiri menyebut laga melawan Persipa Pati bukan uji coba resmi karena hanya sekadar latihan bareng.

“Jika uji coba resmi maka harus ada izin keramaian yang dilayangkan ke pihak kepolisian atau sesuai dengan SOP menggelar sebuah pertandingan resmi,” katanya.

Menurutnya, pada pertandingan itu, para pemain tidak memakai kostum resmi dan tidak bernomor punggung.

“Sesuai hasil klarifikasi dengan tim pelatih, pertandingan ini hanya latihan bersama saja,” katanya.

Namun karena jumlah penonton yang hadir ternyata banyak, maka pertandingan dihentikan demi keamanan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan