Polisi Gulung Tiga Pejudi Dadu dari Kaliombo

Senin, 25 Januari 2016 | 15:56 WIB
Barang bukti perjudian yang diamankan polisi dari Desa Kaliombo Kecamatan Sulang, Minggu (24/1/2016) sore kemarin. (Foto: mataairradio.com)

Barang bukti perjudian yang diamankan polisi dari Desa Kaliombo Kecamatan Sulang, Minggu (24/1/2016) sore kemarin. (Foto: mataairradio.com)

 

SULANG, mataairradio.com – Polisi dari Kepolisian Resor Rembang menggulung 3 orang pelaku judi dadu dari teras rumah salah satu warga di Desa Kaliombo Kecamatan Sulang, Minggu (24/1/2016) sore kemarin.

Penggerebekan oleh tim dari Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang ini berbekal informasi dari masyarakat yang resah dengan praktek judi dadu di rumah tersebut.

“Polisi langsung bergerak mengintai, begitu mendapat informasi,” ungkap Kasubbag Humas Polres Rembang Iptu Haryanto kepada mataairradio.

Setelah informasi itu dinyatakan benar, polisi cepat melakukan penggerebekan. Tiga pelaku yang diamankan masing-masing Sukimin (58) warga Kaliombo-Sulang, Muklisin (42) warga Waru-Rembang, dan Nur Islah (21) warga Pasedan-Bulu.

“Dari informasi yang kita tindaklanjuti itu ternyata benar ada perjudian. Kita gerebek dan kita amankan tiga pejudi dadu dari teras rumah warga di Desa Kaliombo Kecamatan Sulang,” bebernya.

Hingga Senin (25/1/2016) siang, polisi masih memeriksa ketiga pelaku dan menahan mereka di sel tahanan Mapolres Rembang untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

“Dari tangan ketiganya dan dari lokasi perjudian, kami menyita sejumlah barang bukti,” sambungnya.

Menurut Haryanto, polisi mengamankan barang bukti berupa 6 buah mata dadu, 1 buah batok dadu, 1 buah alas dadu terbuat dari seng, 1 lembar beberan, 1 lembar layar atau terpal warna putih, 4 unit ponsel berbagai merek, dan uang tunai Rp670.000.

“Tiga pelaku kami tahan dan diperiksa lebih lanjut,” terangnya.

Para pelaku perjudian itu dijerat Pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara atau pidana denda paling banyak Rp25 juta. Haryanto menegaskan, pihak kepolisian akan memproses hukum setiap kasus perjudian yang terungkap, sampai ke meja pengadilan.

“Kami imbau masyarakat agar berhenti berjudi dan masyarakat bisa menginformasikan tindak perjudian di wilayahnya kepada polisi. Kami akan proses,” tegasnya.

Kasubbag Humas Polres Rembang menambahkan, sudah 3 kali dalam setahun terakhir, kasus perjudian di wilayah Desa Kaliombo terungkap, yaitu pada April dan November 2015, serta Januari 2016.

Dua kasus sebelumnya itu, judi togel. Kasus pertama menjerat pengepul kupon, sedangkan kasus kedua membelit penjual kupon judi togel.

Polisi mengapresiasi masyarakat yang intens memberi informasi. Namun masyarakat menyesalkan vonis ringan pelaku, sehingga belum membikin kapok.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan