Polisi dan Pemerintah Sisir Beras Plastik di Rembang

Senin, 25 Mei 2015 | 17:52 WIB
Inspeksi terkait beras plastik di salah satu toko di kawasan Pasar Rembang, Senin (25/5/2015). (Foto:Pujianto)

Inspeksi terkait beras plastik di salah satu toko di kawasan Pasar Rembang, Senin (25/5/2015). (Foto:Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Polisi dan Pemerintah, Senin (25/5/2015) siang menyisir kemungkinan peredaran beras plastik di Rembang. Sejumlah toko dan pengusaha beras diinspeksi untuk memastikan ketiadaan beras sintetis.

Rizki, salah seorang distributor beras UD Hadi Putra Rembang mengaku tidak pernah menerima, apalagi menjual beras plastik. Tetapi kabar beras plastik mulai direspon pasar dengan penurunan penjualan.

“Kalau saya sendiri, pengiriman beras masih terus berjalan,” katanya kepada mataairradio.

Sebagai kewaspadaan, sementara ini dia tidak menerima suplier baru. Hanya suplier lama dan yang sudah dikenalnya, yang diterima. Sementara itu, harga beras berbagai kelas, per Senin (25/5/2015) ini, naik Rp200 per kilogram.

“Beras biasa mulai Rp7.500, medium Rp8.800, dan super Rp9.500 per kilogram,” katanya menyebutkan.

Jhon, pedagang beras di bilangan Jalan Slamet Riyadi mengaku sempat mendengar berita tentang terungkapnya peredaran beras plastik di Yogyakarta yang konon supliernya dari Pati.

“Kami menjadi selalu waspada oleh peredaran beras sintetis, meski komoditas yang kami terima, rata-rata dari lokal,” ujarnya.

Trisnowati, pedagang beras di bilangan Pasar Rembang mengaku hampir selalu mengambil barang dari daerah Blora.

“Beras dari Blora, lebih stabil pasokannya daripada Rembang, karena pengairannya cukup. Saya tidak terbiasa mengambil beras dari Pati,” sebutnya.

Setelah beredarnya berita beras plastik, dia menyikapinya secara biasa saja. Menurutnya, beras yang ditampungnya kebanyakan lokal, sedangkan pelanggan di tokonya, rata-rata warga setempat.

“Saya masak (menyortir) dulu beras sebelum dijual, sehingga aman,” tandasnya.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindagkop dan UMKM Rembang Sugiyanto mengaku melakukan inspeksi beras plastik di sejumlah pasar di kabupaten ini.

“Beberapa pasar yang diinspeksi adalah Pasar Rembang, Jolotundo, Lasem, Pandangan, dan Kragan,” ungkapnya.

Sementara itu, menurut polisi, inspeksi beras sintetis di pasaran Rembang diperlukan untuk menjamin ketiadaan peredarannya di masyarakat. Rencananya, inspeksi akan terus digencarkan, apalagi menjelang bulan Puasa.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan