Polisi Dahulukan Proses Hukum Kepemilikan Sabu-sabu dari Pencuri Patung

Senin, 29 Desember 2014 | 15:48 WIB
Satu paket narkoba jenis sabu-sabu yang diamankan polisi di Polres Rembang dari Hanny Surya Wardhana (43) pada Sabtu (27/12/2014). (Foto: mataairradio.com)

Satu paket narkoba jenis sabu-sabu yang diamankan polisi di Polres Rembang dari Hanny Surya Wardhana (43) pada Sabtu (27/12/2014). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Polres Rembang mendahulukan proses hukum kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu daripada tindak pencurian patung pengawal Dewa Bumi yang dilakukan Hanny Surya Wardana, warga Kelurahan Panggung Lor Kecamatan Semarang Utara Kota Semarang.

Menurut Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito, didahulukannya proses hukum kasus kepemilikan sabu-sabu oleh Hanny karena undang-undang yang digunakan untuk menjeratnya, adalah ketentuan spesialis.

“Ketentuan atau undang-undang yang mengatur jerat hukum atas kepemilikan narkoba, berlaku spesialis. Jadi kita dahulukan. Baru setelah ini, tindak yang pencuriannya diproses,” terangnya ketika dihubungi mataairradio.com.

Hanny yang mencuri satu patung atau rumpang pengawal Dewa Bumi itu kedapatan membawa satu paket sabu-sabu saat ditangkap dan digeledah seusai beraksi di Kelenteng Tjoe An Kiong Dasun, Lasem.

AKP Bambang menyebut Hanny diketahui positif memakai narkoba dari tes urine yang dijalani. Polisi masih mendalami apakah pria berusia 43 tahun itu juga pengedar sabu-sabu.

“Hari ini (Senin, 29/12/2014, red), sampel sabu-sabu Hanny sedang diteliti di Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah,” imbuh Bambang.

Diberitakan sebelumnya, Kelenteng Tjoe An Kiong yang berada di Desa Dasun Kecamatan Lasem kecolongan satu patung pengawal Dewa Bumi, Sabtu (27/12/2014) pagi kemarin. Namun petugas polisi dari Polsek Lasem berhasil menangkap dan mengamankan pelaku sebelum kabur.

“Hanny mencuri rupang atau patung tersebut karena ingin menyandingkannya dengan patung Dewa Bumi yang ada di rumahnya. Padahal pelaku sendiri beragama katolik,” ungkap Kapolsek Lasem Iptu Muhammad Syuhada.

Polisi juga sedang mendalami motif pencurian patung pengawal Dewa Bumi dari Kelenteng Tjoe An Kiong. Dia menduga, Hanny adalah pencuri spesialis patung atau rumpang dewa di kelenteng.

“Sebab, di ponsel pintar milik pelaku, juga tersimpan gambar hampir semua kelenteng di Pulau Jawa,” tegasnya.

Sementara itu, lantaran berkas kasus kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu yang didahulukan, maka hampir pasti Hanny akan mendekam di penjara lebih lama.

Pada kasus kepemilikan sabu-sabu, Hanny terancam hukuman paling singkat lima tahun.

Sementara, setelah nantinya menjalani vonis atas kasus tersebut, Hanny akan disambut dengan tanggung jawab kasus pencurian yang ancaman hukumannya maksimal lima tahun penjara.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan