Polisi Ciduk Dua Pengguna Sabu dari Kos-kosan di Lasem

Saturday, 24 January 2015 | 16:44 WIB
Kasat Reserse Narkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito (kanan) saat berada di TKP penggerebekan pesta sabu-sabu di Desa Ngemplak Kecamatan Lasem, Sabtu (24/1/2015) dini hari. (Foto: mataairradio.com)

Kasat Reserse Narkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito (kanan) saat berada di TKP penggerebekan pesta sabu-sabu di Desa Ngemplak Kecamatan Lasem, Sabtu (24/1/2015) dini hari. (Foto: mataairradio.com)

 

LASEM, mataairradio.com – Petugas polisi dari Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang menggerebek sebuah rumah yang difungsikan sebagai kos-kosan di kawasan RT 2 RW 5 Desa Ngemplak Kecamatan Lasem, Sabtu (24/1/2015) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Polisi menangkap dua dari empat orang yang sedang asyik pesta sabu-sabu di rumah yang terletak di salah satu sudut gang ini. Keduanya ialah MA (24) dan YE (30). MA adalah pemilik rumah yang juga dipakai kos-kosan, sedangkan YE adalah warga Selopuro Kecamatan Lasem.

Polisi sempat melepas tembakan peringatan agar para penyabu tidak kabur, namun karena gelap, dua orang lolos. Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito yang memimpin langsung penggerebekan ini mengaku telah mengintai rumah itu sejak satu minggu belakangan.

“Sudah seminggu ini kami intai. Itu memang rumah, tetapi juga dipakai kos-kosan. Kalau malam ramai. Ada banyak motor. Warga menjadi resah juga. Kami intai karena kita curiga dipakai sebagai ajang penyalahgunaan narkotika. Ternyata benar. Kita gerebek malam, jadi ada dua yang kabur,” ungkapnya.

Selain menangkap dua orang pengguna sabu-sabu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa tiga bong atau alat isap yang terisi penuh sabu-sabu, satu pipet atau pipa kaca kecil, dan sisa sabu-sabu di dalam kantung plastik warna bening.

“MA dan YE masih kami tetapkan sebagai pengguna sabu-sabu atau pelaku penyalahgunaan narkotika. Kami masih menyelidiki kemungkinan keduanya sebagai pengedar narkotika golongan 1 ini, sehingga MA dan YE masih diperiksa intensif hingga Sabtu (24/1/2015) siang,” tandasnya.

Polisi akan menerapkan pasal berlapis untuk menjerat MA dan YE. Bambang mengaku bakal menjerat keduanya dengan pelanggaran Pasal 112, 114, serta Pasal 127 Undang-Undang 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang ancaman pidananya paling singkat empat tahun penjara.

Menurut catatan polisi, MA yang kelahiran Surakarta, tercatat bekerja sebagai salah satu petugas keamanan atau Satpam di Swalayan Pantes Lasem. Polisi bakal mengencangkan pemberantasan tindak penyalahgunaan narkotika di kabupaten ini.

Apalagi beberapa kasus penyalahgunaan narkoba terungkap di Lasem. Belum hilang dari ingatan, 17 September 2013 silam, polisi menangkap dua orang warga Soditan dan Gedongmulyo Kecamatan Lasem karena menyimpan 15 paket sabu-sabu di dalam songkok atau peci.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan