Polisi Bekuk Ayah Tega Cabuli Anak Kandung

Senin, 9 November 2015 | 18:39 WIB
Skt (42) (tengah) saat gelar perkara di Unit PPA Satreskrim Polres Rembang, Senin (9/11/2015) siang. (Foto: Pujianto)

Skt (42) (tengah) saat gelar perkara di Unit PPA Satreskrim Polres Rembang, Senin (9/11/2015) siang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Polisi di Rembang membekuk seorang ayah yang tega mencabuli anak kandungnya di salah satu desa di Kecamatan Rembang.

Tersangka pelaku berinisial Skt (42), sedangkan korban, sebut saja Mawar, kini berusia 20 tahun.

Menurut keterangan tersangka kepada para jurnalis di Rembang, Senin (9/11/2015) siang, pencabulan dilakukan tiga kali, satu di antaranya dengan persetubuhan.

Tersangka melakukan pencabulan ketika korban masih kelas III SD atau saat Skt masih tinggal di sebuah desa di Kecamatan Sulang.

Skt mengaku kehilangan kendali atas nafsunya, sehingga tega mencabuli korban. Ia mengakui sering menonton video porno.

Namun sejak anaknya beranjak dewasa, Skt mengaku tidak lagi “menyentuh” korban, tetapi masih suka mengintip Mawar ketika mandi.

“Saya menyesal dan saya siap berada lama di jeruji besi untuk menebus kesalahan saya. Satu yang saya ingin, agar keluarga tetap bisa bersatu lagi,” ujarnya kepada para jurnalis dengan mengenakan kerpus penutup wajah dan baju tahanan warna oranye.

Kepala Subbagian Humas Polres Rembang Iptu Hariyanto mengungkapkan, perbuatan Skt terhadap Mawar, dilaporkan oleh istri Skt dan Mawar ke polisi setelah tersangka sering ketahuan mengintip anak kandungnya.

“Korban mungkin mengaku juga kepada ibunya kalau pernah dicabuli ayah kandungnya,” ujarnya.

Menurut polisi, kendati korban kini sudah berusia 20 tahun, yang artinya tidak anak-anak lagi, tetapi yang dijadikan acuan polisi adalah saat kejadian pencabulan.

“Tiga potong baju dan hasil visum yang menyatakan selaput dara korban sudah rusak, menjadi barang bukti pencabulan,” katanya..

Hariyanto menekankan, tersangka kini dijebloskan ke dalam tahanan di Mapolres Rembang. Skt dijerat dengan Pasal 81 dan 82 Undang-Undang 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukumannya 15 tahun penjara ke atas,” tegasnya.

Berdasarkan penelusuran mataairradio, tersangka pelaku sehari-hari bekerja sebagai tukang tambal ban di tepi Jalan Pantura Rembang.

Tersangka sering tinggal berpindah-pindah, sebelum akhirnya memiliki rumah sendiri di bilangan Kota Rembang.

Sebelumnya, seminggu kemarin, kasus pencabulan terhadap anak dialami juga oleh seorang anak angkat di salah satu desa di Kecamatan Lasem.

Korbannya bahkan sampai hamil 7 bulan. Polisi mengenakan jerat hukum serupa terhadap pelakunya yang seorang pria berusia 63 tahun.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan