Polisi Amankan Lima lagi Motor dari Jadik

Kamis, 20 Juli 2017 | 14:57 WIB

Tujuh sepeda motor yang lima unit di antaranya merupakan barang bukti kejahatan Jadik digelar di Mapolres Rembang oleh Kapolres AKBP Pungky Bhuana Santoso, Kamis (20/7/2017) siang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Kepolisian Resor Rembang mengamankan lima lagi sepeda motor dari Jadik, tersangka pencurian yang ditangkap pada Kamis malam 13 Juli 2017, melalui pengembangan penyidikan.

Lima sepeda motor itu berjenis Honda Revo dan Supra Fit. Polisi mengamankannya dari beberapa lokasi di Rembang dan Pati. Sepeda motor kemudian diamankan di Mapolres Rembang untuk barang bukti perkara.

Sebelumnya dari tangan tersangka Jadik, telah diamankan sebuah sepeda motor jenis Yamaha Mio J warna putih yang belakangan diketahui bernomor polisi W 5294 ZJ milik Supriyanti warga Desa Tahunan, Sale.

“Pelaku ini sudah berkali-kali melakukan curanmor, tetapi baru kali ini ketangkap,” kata Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso saat sesi jumpa pers di Mapolres setempat pada Kamis (20/7/2017) pagi.

Jadik (56) merupakan warga Dukuh Tunggaktiyang Desa Sendangrejo Kecamatan Bogorejo Kabupaten Blora. Kepada awak media, ia mengaku mencuri keenam sepeda motor itu dari wilayah Sale dan Jatirogo.

“Sepeda motor curian saya jual dengan harga Rp1,5 juta. Tidak ada pemesan sebelumnya. Memang selalu pakai kunci T (sebagai sarana). Biasanya (proses mencuri) butuh waktu kurang lima menit,” aku Jadik.

Kapolres meminta kepada masyarakat yang petani atau pekebun agar lebih hati-hati dan waspada terhadap pencurian. Jika harus meninggalkan sepeda motor untuk bersawah, agar dilengkapi kunci ganda.

“Kami jerat tersangka ini dengan pelanggaran Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya, maksimal tujuh tahun penjara,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan