Polisi Amankan Dua Truk Pengangkut Kayu Ilegal

Senin, 22 Juni 2015 | 17:47 WIB
Ilustrasi (Foto: mentalfloss.com)

Ilustrasi (Foto: mentalfloss.com)

 
PAMOTAN, mataairradio.com – Aparat Polsek Pamotan mengamankan dua truk pengangkut akar dan potongan kayu jati yang tidak dilengkapi surat izin pengangkutan yang sah pada Sabtu petang 20 Juni kemarin. Senin (22/6/2015) pagi, barang bukti itu diserahkan ke Polres Rembang untuk diproses lanjut.

Pengamanan pecahan kayu jati yang diduga ilegal itu bermula dari adanya informasi masyarakat. Polisi sempat melakukan penghadangan di depan Mapolsek Pamotan, tetapi satu truk lolos dan baru bisa ditangkap di dekat Pusat Jajanan di Ringin, Pamotan, selang beberapa menit.

Dilihat dari struktur muatan, potongan kayu jati berukuran masing-masing 0,5 meter itu ditumpuki akar jati, sehingga tidak kelihatan. Ajun Administrator KPH Kebonharjo Asep Ruskandar mengatakan meski kayu itu belum pasti curian langsung dari hutan, tetapi harus diamankan karena dicurigai ilegal.

“Kami ada waktu pemeriksaan itu. Atasnya oyot, tetapi bawahnya enthon atau pecahan jati ukuran 50 centi dengan keliling masing-masing 22 centi. Belum pasti curian, tetapi harus diamankan karena kami curigai ilegal,” katanya.

Pihak Polsek sempat memeriksa Suud, sopir dump truk H 1985 EP berikut Suwitono keneknya. Sementara Suntoro sopir truk satunya bernomor polisi K 1883 FD, kabur, tetapi Pari keneknya, berhasil ditangkap. Setelah mereka diperiksa, terungkaplah WR, perempuan bos pemilik kayu yang diangkut itu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kayu itu hendak dikirim dari Dusun Terongan Desa Wonokerto Kecamatan Sale ke Kota Rembang. Truk dengan nomor polisi H itu juga diduga milik bos kayu warga Terongan tersebut.

Kepala Satuan Reskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono mengungkapkan, kuat dugaan, kayu yang diamankan tersebut merupakan kayu ilegal. Hal ini berdasarkan pengakuan para sopir yang diperiksa, yang mengaku sudah tiga kali mengangkut kayu dengan modus serupa dan dibeli dari blandong.

“Dasar kami menangani adalah laporan dari Perhutani KPH Kebonharjo. Yang jelas, truk itu mengangkut kayu yang diduga ilegal. Hal itu dikuatkan dengan hasil pemeriksaan terhadap sopir yang mengungkapkan kalau mereka sudah biasa atau tiga kali kirim barang itu dan dibeli dari blandong,” ungkapnya.

Hingga Senin (22/6/2015) siang, polisi sudah menangkap WR dan menahannya di sel tahanan Polres Rembang. Perempuan itu akan dikenai persangkaan pelanggaran Pasal 50 Ayat (3) Huruf h Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Ancaman hukumannya maksimal lima tahun penjara.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan