Polhut Gagalkan Pencurian 10 Batang Jati di Hutan Tuder

Minggu, 1 Maret 2015 | 19:11 WIB
Barang bukti berupa truk berterpal dan enam gelondong kayu jati yang diamankan dari hutan wilayah RPH Tuder Balo BKPH Ngandang, Minggu (1/3/2015) dini hari. (Foto: mataairradio.com)

Barang bukti berupa truk berterpal dan enam gelondong kayu jati yang diamankan dari hutan wilayah RPH Tuder Balo BKPH Ngandang, Minggu (1/3/2015) dini hari. (Foto: mataairradio.com)

 

SALE, mataairradio.com – Polisi hutan dari KPH Kebonharjo bersama Polsek Sale berhasil menggagalkan upaya pencurian 10 batang jati dengan diameter masing-masing puluhan centimeter dari wilayah hutan BKPH Ngandang RPH Tuder Balo, Minggu (1/3/2015) sekitar pukul 02.00 dini hari.

Polisi hutan sebelumnya memantau segerombolan orang yang disinyalir akan mencuri kayu hutan sejak lewat tengah malam. Sesaat kemudian, satu unit truk diketahui masuk ke dalam hutan. Polhut pun mengikutinya dengan mengendap.

Saat memutuskan menyergap, semua pencuri lolos. Wakil Administratur KPH Kebonharjo Asep Ruskandar kepada mataairradio mengungkapkan, ketika digerebek, hanya truk berterpal bernomor polisi S 1988 UJ yang didapati.

“Di dalam truk sudah ada enam batang kayu jati gelondongan. Di sekitar truk, ada empat batang yang belum dinaikkan ke atas truk. Diameternya rata-rata 30 centimeter, tetapi ada yang sekitar 45 centimeter. Soal panjangnya hampir semuanya masing-masing empat meter,” ungkap Asep.

Menurutnya, jika dilihat dari tingkat kebasahan kayu, jati yang hendak dicolong ini, baru ditebang sekitar 2-3 jam sebelumnya. Informasi yang dihimpunnya, ada warga yang sempat melihat truk itu menurunkan sejumlah tenaga pada malam harinya.

“Sampai dengan Minggu (1/3/2015) siang, belum bisa diungkap dari mana truk itu dan siapa saja yang terindikasi terlibat. Kita limpahkan penyelidikan kasus ini ke Polsek Sale agar didalami lebih lanjut oleh Polres Rembang,” terangnya.

Asep juga mengatakan, jika dibandingkan dengan BKPH lain di wilayah KPH Kebonharjo, BKPH Ngandang, terutama RPH Tuder Balo, tergolong rawan pencurian kayu hutan. Semenjak kasus pencurian yang dilakukan dengan mengikat empat polhut di hutan Tahunan belum lama ini, patroli dikencangkan.

“Soal nilai harga masing-masing kayu ini, kami masih menghitungnya. Penyergapan ini merupakan buah dari kewaspadaan kami, pasca-kasus pencurian kayu hutan di wilayah Tahunan belum lama ini. Yang kemarin, pelakunya juga belum terungkap,” tandasnya.

Pihaknya kembali menyatakan, soal pengamanan hutan, komunikasi sosial telah dikedepankan. Wujudnya berupa kerjasama dengan masyarakat, sekaligus sebagai benteng penjaga hutan. Pihaknya berkoordinasi pula dengan muspika dalam kerangka pengamanan hutan.

“Sebetulnya banyak upaya pencegahan yang kita lakukan. Sosialisasi juga. Kita pun berempati dengan masyarakat desa hutan dengan pemberian sembako dan membantu merehabilitasi rumah menjadi layak huni. Kalau soal patroli, kita makin intensifkan melalui penjagaan dari masing-masing pos,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan