Poktan “Cuci Tangan” soal Pungli Bantuan Alsintan

Sabtu, 15 Juli 2017 | 17:43 WIB

Maskun, Ketua Kelompok Tani Karya Mulya II Desa Nglojo Kecamatan Sarang menunjukkan traktor bantuan yang diterimanya, Jumat (14/7/2017). (Foto: mataairradio.com)

 

SARANG, mataairradio.com – Ketua Kelompok Tani (Poktan) Karya Mulya II Desa Nglojo Kecamatan Sarang Maskun ingin “cuci tangan” dengan menyatakan tidak tahu menahu soal dugaan pungutan liar atau pungli terhadap bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Maskun mengaku tidak pernah mengajukan proposal bantuan traktor tangan, tetapi dirinya bersama perangkat desa setempat menyatakan mengambil bantuan alsintan tersebut di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang pada tahun 2016.

“Saya ini hanya dipakai batu loncatan saja. Selama saya menjadi Ketua Gapoktan, saya belum pernah membuat proposal. Proposal itu yang buat bukan saya. Yang buat orang yang menawari bantuan kepada salah satu mayarakat,” katanya kepada mataairradio.com.

Ia mengungkapkan, saat itu ada salah satu masyarakat yang ditawari bantuan alsintan oleh seseorang yang mengaku kolega dari petugas di pemerintahan berupa traktor tangan. Namun, seseorang tersebut tidak diketahui identitasnya.

“Saat itu di desa memang kekurangan traktor tiap kali musim hujan. Kebetulan ada masyarakat yang ditawari, sebagai ketua kelompok tani, ya setuju saja. Asalkan traktor tersebut tidak dijual ke desa lain,” ujarnya saat dikonfirmasi soal dugaan pungli alsintan, Sabtu (15/7/2017).

Dirinya juga menyatakan tidak tahu menahu soal pungutan liar sebesar Rp8juta atas bantuan traktor tangan tersebut. Namun dirinya mengaku sempat diberi uang sebesar Rp200 ribu oleh Bakri selaku pemegang sekaligus pengelola traktor hasil dari bantuan tersebut.

“Kalau soal itu (dugaan pungli bantuan alsintan) saya tidak tahu. Tapi saya sama Pak Rozak sudah dimintai keterangan di rumahnya Pak Kades. Katanya, Pak Rozak ditelepon seseorang dan disuruh minta uang ke Pak Bakri sebesar Rp8juta,” imbuhnya.

Kepala Seksi Pupuk Pestisida dan Alat Mesin Pertanian pada Dintanpan Kabupaten Rembang Ika Himawan Affandi menilai kelompok tani di Nglojo tersebut sebagai korban pencatutan nama Bupati oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Sebab menurutnya, sesuai pesan Bupati, apabila ada kelompok yang dipungut biaya untuk menerima bantuan traktor tangan, maka traktor tersebut akan ditarik kembali. Namun Ika menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu.

“Mereka itu intinya menjadi korban. Rencananya mau diminta menghadap ke Pak Bupati. Kita menungu hasil pertemuan lebih lanjut, pada Senin (15/72017) mendatang dengan para mantri tani,” pungkasnya.

Sebelumnya, Tim Saber Pungli Kabupaten Rembang menyatakan menangani kasus dugaan pungli bantuan traktor tangan bagi Kelompok Tani Karya Mulya II Desa Nglojo, Sarang. Tim juga sudah memeriksa anggota BPD setempat berinisial AR atau Abdur Rozak sebagai saksi.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan