Seorang PNS Rembang Meninggal Mendadak Usai Apel Siaga Bencana

Selasa, 2 Desember 2014 | 16:37 WIB
Foto Berita Keempat. Jenazah Dasar pada saat masih di UGD RSUD dr R Soetrasno Rembang, Selasa (2/12/2014) sekitar pukul 09.30 WIB. (Foto: Pujianto)

Foto Berita Keempat. Jenazah Dasar pada saat masih di UGD RSUD dr R Soetrasno Rembang, Selasa (2/12/2014) sekitar pukul 09.30 WIB. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Rembang bernama Dasar (54) meninggal dunia secara mendadak sesaat seusai mengikuti apel siaga bencana di Lapangan Rumbut Malang, kompleks Gedung Haji, di bilangan Jalan Pemuda Kota Rembang, Selasa (2/12/2014).

Diduga, PNS yang sehari-hari bermukim di Desa Kemadu Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang ini terkena serangan jantung, sesaat sebelum beringsut dari lapangan tempat digelarnya apel menuju kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat, tempatnya bekerja.

Bambang Sulistyono, sahabat Dasar yang juga seorang PNS, menuturkan, sebelum apel siaga, yang bersangkutan sempat mengeluh tidak begitu jelas dalam membaca tulisan pada layanan pesan singkat (SMS) di telepon selulernya. Bambang pernah diceritai bahwa Dasar juga menderita diabetes militus.

Saat apel, Dasar berdiri di samping mobil siaga bencana dari dinasnya sembari mengikuti upacara. Begitu apel usai, Dasar segera masuk ke dalam mobil dan Bambang menyusul kemudian.

“Saat memasukkan anak kunci ke dalam kontak mobil, tiba-tiba beliau ambruk ke pangkuan saya. Saya ya kaget. Buru-buru tak bangunkan dan saya manggil petugas PMI yang kebetulan belum bubar. Langsung dilarikan ke rumah sakit. Entah meninggalnya di perjalanan atau sesampainya di UGD,” kata Bambang.

Bambang mengaku tak menyangka bakal kehilangan pegawai senior yang dikenalnya enerjik meski usainya sudah lebih dari separuh abad. Meski seorang tenaga pelaksana, Dasar menurutnya, juga begitu ringan tangan walaupun juga diperbantukan sebagai sopir di dinasnya.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Rembang Waluyo yang segera mendapat kabar tentang salah satu pegawainya meninggal mendadak, mengaku segera menuju ke unit gawat darurat di RSUD dr R Soetrasno.

“Saya tadi dapat kabar dan langsung ke sini. Kami jelas sangat kehilangan sosok yang tanpa cacat kinerja karena begitu setia pada daerah dan loyal kepada pimpinan,” tutur Waluyo yang ditemui di pojok ruang UGD RSUD dr R Soetrasno Rembang.

Dia juga menyebut pegawai yang pernah menjabat sebagai pejabat Desa Kemadu Kecamatan Sulang ini memiliki semangat kerja yang luar biasa dan dapat ditiru oleh para rekan sejawatnya.

“Loyalitas, kejujuran, dan sikap ringan tangannya perlu diteladani. Beliau seperti tidak pernah mengenal lelah dalam bekerja. Saya sendiri terakhir bertemu dengan Pak Dasar ini sekitar dua minggu yang lalu. Kebetulan belakangan ini ada banyak tugas dinas yang harus saya tunaikan,” katanya.

Dasar meninggalkan seorang istri dan semasa hidupnya belum dikaruniai anak. Waluyo mengaku sudah berkoordinasi dengan Sekda Hamzah Fatoni dan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rembang Abdul Hafidz mengenai santunan untuk keluarga.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan