Plt Direktur PDAM Rembang Dianggap Lampaui Kewenangan

Selasa, 10 Maret 2015 | 17:57 WIB
Suasana perayaan sederhana ulang tahun ke-35 PDAM Rembang, 17 Februari 2015. (Foto: mataairradio.com)

Suasana perayaan sederhana ulang tahun ke-35 PDAM Rembang, 17 Februari 2015. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Plt Direktur PDAM Rembang Guswakhid Hidayat dianggap melampaui kewenangannya sebagai pelaksana tugas karena mempromosikan pegawai untuk pos jabatan penting di perusahaan daerah itu.

Informasi yang diterima mataairradio, seorang pegawai yang bertugas sebagai juru bayar gaji, kini dipromosikan sebagai kepala sub-bagian produksi.

Selain itu, Guswakhid juga menggeser posisi beberapa kepala unit. Misalnya Kepala Unit Sarang dipindah ke Sulang, Sulang dipindah ke Lasem, dan Lasem dipindah ke Sarang.

Sekda Rembang Hamzah Fatoni mewakili pemilik PDAM mengatakan, Plt Direktur mestinya tak mengambil kebijakan apapun, kecuali pejabat kosong.

Itu pun harus ada permohonan kepada pemilik untuk melakukan pengisian atau promosi. Sementara dia belum pernah menerima permohonan apa pun.

“Sebaiknya Plt Direktur tidak mengambil kebijakan apapun, kecuali pejabat itu kosong. Bisa usul kepada pemilik (Pemkab) jika kosong. Ajukan laporan dan minta persetujuan. (Kalau tidak kosong) Ya jangan. Sebaiknya dihentikan saja,” tandasnya, Selasa (10/3/2015) siang.

Guswakhid Hidayat diangkat sebagai Plt Direktur PDAM Rembang setelah masa jabatannya sebagai direktur resmi berakhir, Selasa 14 Oktober 2014.

Pelaksana Tugas Asisten II Sekda Rembang Abdullah Zawawi, pernah menjelaskan, penunjukan Guswakhid sebagai Plt Direktur untuk melancarkan audit BPK.

“Kalau Guswakhid menjadi Plt Direktur maka akan memudahkan komunikasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan, apabila ada temuan yang perlu dikonfirmasikan,” ujar Zawawi dalam sebuah kesempatan di media centre, 14 Oktober 2014.

Selain itu, pelaksana tugas direktur mesti berasal dari internal PDAM dengan masa tugas tiga bulan, namun bisa diperpanjang.

Sebelumnya, sebagian karyawan PDAM Rembang mengaku ogah dipimpin lagi oleh Guswakhid.

Sikap itu terungkap pada acara ulang tahun ke-35 PDAM Rembang, Selasa 17 Februari lalu.

Hartono Budi Yuwono, salah satu karyawan menyebut Guswakhid kurang peduli pada kesejahteraan karyawan.

“Sejak dipimpinnya, gaji karyawan nyaris tak ada perbaikan,” ujarnya.

Komunikasi dengan karyawan juga tidak berlangsung baik karena jarang terlibat pertemuan.

“Kegiatan darma wanita di PDAM pun tidak berjalan sama sekali,” tandasnya.

Dia bersama karyawan lain menginginkan perombakan direksi PDAM.

“Niatan Guswakhid yang ingin maju lagi pada seleksi direktur baru, mestinya dianulir karena sudah dua kali menjabat,” tegasnya saat itu.

Guswakhid Hidayat belum bisa dikonfirmasi mengenai pengangkatan dan pergeseran sejumlah pegawai di PDAM.

Namun soal tudingan yang menyebutnya kurang peduli pada kesejahteraan karyawan, dia mengaku membuat kebijakan sebagaimana regulasi yang berlaku.

“Jika dianggap kurang, maka regulasinya yang mesti direvisi,” katanya.

Sementara soal tudingan yang menyebut dirinya jarang berkomunikasi dengan karyawan, dia mengaku menggelar pertemuan dengan karyawan sebanyak dua kali dalam setahun.

“Pertemuan dengan karyawan, dua kali dalam setahun yakni saat Lebaran dan perayaan ulang tahun perusahaan,” terangnya.

Adapun soal niatannya maju lagi sebagai direktur, dia memilih bungkam.

“No comment soal itu (maju lagi pada seleksi direktur baru, red.),” tandasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan