Plt Bupati Belum Teken Semua SKTM CPNS K-2

Senin, 21 April 2014 | 16:58 WIB
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Rembang Abdul Hafidz. (Foto:Pujianto)

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Rembang Abdul Hafidz. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Rembang Abdul Hafidz mengaku belum merampungkan tanda tangan terhadap berkas SKTM atau surat keterangan tanggung jawab mutlak bagi CPNS dari tenaga honorer kategori dua (K-2).

Menurutnya, hingga Senin (21/4) ini, baru sebagian SKTM CPNS K-2 ditandatangani. Sebagai pejabat pembina kepegawaian, Hafidz hati-hati membubuhkan tanda tangan. Dia mengaku harus memastikan tidak adanya kesalahan data K-2 yang telah lolos seleksi CPNS.

Hafidz menegaskan, kebenaran dan ketepatan data dipastikan sebelum sampai di mejanya, semua telah beres. Dia mengklaim, belum ada persoalan yang ditemukan terkait seleksi honorer K-2 di Kabupaten Rembang.

Honorer Kategori Dua yang dinyatakan lulus Seleksi CPNS oleh pemerintah, tidak jaminan langsung jadi CPNS dan berhak mendapatkan NIP. Sebab, ada persyaratan lain yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Selain persyaratan umum, honorer yang bersangkutan dan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) harus menandatangani SKTM yang berisi pernyataan kebenaran dan keabsahan data K-2.

SKTM ini berlaku 12 tahun, sehingga jika kelak ditemukan adanya kepalsuan data, maka honorer dan pejabatnya, bisa dipidana. Plt Bupati Abdul Hafidz menekankan, pemberkasan CPNS tidak akan lama lagi tuntas.

Honorer K-2 adalah tenaga yang penghasilannya tidak dibiayai dari APBN/APBD, namun diangkat oleh pejabat berwenang. Mereka bekerja di instansi pemerintah dengan masa kerja minimal satu tahun pada 31 Desember 2005, namun usianya mencapai 19 tahun atau tidak lebih dari 46 tahun pada 1 Januari 2006.

Ada 335 orang tenaga honorer K-2 yang gagal seleksi CPNS di tahun ini. Sementara 201 tenaga honorer yang lolos, baru seminggu kemarin melakukan pemberkasan, dan kini belum tuntas. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan