Planet Nufo, Sekolah Berbasis Alam Pertama di Rembang

Rabu, 28 Agustus 2019 | 19:23 WIB
Murid sekolah yang berbasis alam yaitu SMP Islam Nurul Furqon atau lebih dikenal dengan Planet Nufo. (Foto: mataairradio.com)


PAMOTAN, mataairradio.com – Seiring berkembangnya dunia pendidikan, banyak inovasi serta kreatifitas yang muncul dalam kegiatan belajar mengajar. Diantaranya pendidikan dengan konsep sekolah alam.

Di Kabupaten Rembang, ada sekolah yang berbasis alam yaitu SMP Islam Nurul Furqon atau lebih dikenal dengan Planet Nufo. Sekolah yang berada di Desa Mlagen Kecamatan Pamotan ini merupakan satu-satunya sekolah di Rembang yang berbasis alam untuk.

Planet Nufo didirikan oleh Muhammad Nasih seorang dosen di beberapa perguruan tinggi di Jakarta dan pendiri rumah perkaderan Monash Institut. Dia ditemani Rita Masniyah praktisi pendidikan sekaligus salah satu anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Rembang.

Dalam praktiknya, Planet Nufo tetap menggunakan kurikulum yang berlakukan oleh di pemerintah, namun untuk muatan lokal dan praktiknya lebih diperbanyak.

Abdul Rozak, salah satu pengajar di Planet Nufo menceritakan kenapa dinamakan sekolah alam, karena menurutnya pengajaran model konvensional seperti di dalam kelas untuk anak-anak sekarang kurang efektif dan cenderung membosankan.

Ruang kelas yang berbentuk kotak dianggap membatasi kreatifitas anak sehingga secara psikologis kemampuan anak untuk menangkap materi cenderung berkurang.

Dirinya mencontohkan, ketika anak-anak belajar biologi dan mendapatkan teori tentang stuktur anatomi tubuh hewan, di kelas, yang terjadi pikiran anak hanya mengawang.

Di Planet Nufo anak-anak diajak secara langsung untuk membedah tubuh hewan dan diajarkan letak dan bentuk, serta fungsi masing-masing organ.

“Menurut kami, ruang kelas tidak hanya dalam bentuk persegi saja, namun bisa di mana saja baik itu di halaman, di bawah pohon, atau di lapangan. Jadi ruang kelas tidak terbatas,” ungkapnya.

Planet Nufo menerapkan model asrama untuk para muridnya sehingga sejak bangun sampai menjelang tidur lagi anak-anak terkontrol oleh para guru. Saat ini ada sembilan murid pada tahun ajaran 2019-2020 atau tahun ajaran pertama.

Disinggung masalah legalitas, Rozak mengaku saat ini masih memproses legalitas Planet Nufo dan dalam beberapa bulan kedepan dirinya yakin persoalan legalitas akan selesai.

“Untuk ijin bangunan, ijin tanah ini sudah kami penuhi, ada beberapa administrasi yang masih kita proses. Insya Allah beberapa bulan ke depan akan kita selesaikan,” pungkasnya.

Rita Masniyah salah satu pimpinan yayasan menyatakan, bahwa para pengajar Planet Nufo mepunyai kapasitas yang tidak perlu diragukan, untuk kualifikasi pendidikan rata-rata jebolan strata dua (S2) dibeberapa perguruan tinggi.

Selain itu di dalam Kompleks Nurul Furqon juga ada beberapa mahasiswa yang khusus bermukim (mondok) untuk menghafalkan Al-Quran.

“Jadi interaksi para murid juga tidak terbatas hanya sepantaran saja, banyak kakak-kakak yang membimbing mereka,” ungkap salah satu anggota Dewan Pendidikan Rembang ini.

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan