Ditertibkan, PKL Sebut Satpol PP Rembang Tak Konsisten

Wednesday, 16 April 2014 | 17:15 WIB
Sukirno, salah seorang PKL di bilangan sisi barat Alun-alun Rembang menunjukkan bukti kesepakatan hasil rapat mengenai pedagang kaki lima, Rabu (16/4) pagi. (Foto:Pujianto)

Sukirno, salah seorang PKL di bilangan sisi barat Alun-alun Rembang menunjukkan bukti kesepakatan hasil rapat mengenai pedagang kaki lima, Rabu (16/4) pagi. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang beroperasi setiap pagi hari di kawasan sisi barat Alun-alun Rembang menyebut Satpol PP bersikap tidak konsisten. Aparat Satpol PP hendak menertibkan mereka, Rabu (16/4) pagi.

Padahal, sesuai kesepakatan hasil rapat yang diteken Ketua DPRD Kabupaten Rembang tanggal 18 Maret 2013, PKL yang berdagang pada pagi hari, diperbolehkan berjualan antara jam tujuh pagi hingga jam dua siang.

Sukirno, salah seorang pedagang mie ayam di bilangan barat alun-alun mengaku menyesalkan rencana penertiban dari Satpol PP. Bukannya dia membangkang, tetapi kesepakatan yang kala itu dihadiri pula oleh Satpol PP, menyebut memperbolehkan PKL berjualan di jam itu.

Ada 12 pedagang yang beroperasi pada pagi hari di alun-alun itu. Mereka berdagang di bawah tenda semi permanen. Sukirno berharap, jika ada perubahan kebijakan, dirembug lagi secara bersama. Tidak main razia secara sepihak, seolah mengabaikan nasib PKL.

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Terantib) Satpol PP Kabupaten Rembang Edy Purdayanto yang memimpin operasi pagi itu ketika dikonfirmasi mengaku sengaja melakukan inspeksi mendadak. Menurutnya, PKL berjualan sebelum dari jam dua siang, melanggar perda.

Mengenai kesepakatan hasil rapat yang memperbolehkan PKL berjualan antara jam tujuh pagi hingga jam dua siang, dia mengaku tak habis pikir. Dia lantas menyalahkan pejabat dari Satpol yang mengikuti rapat kala itu. Kini dia menunggu respon dari DPRD atas PKL alun-alun ini.

Sebelumnya atau pada Kamis (10/4) kemarin, aparat Satpol PP telah mengamankan tiga lapak milik PKL yang berdagang pada pagi hari atau antara jam tujuh pagi hingga jam dua siang. Lapak yang diamankan itu dari penjual kopi, mie ayam, dan minuman es beraneka rasa.

Mengenai solusi setelah penertiban PKL, Edy mengakui pihaknya sebatas melaksanakan perintah penertiban. Sementara solusi setelah aksi penertiban, bukan menjadi tanggung jawab Satpol PP. Karena itu lah, menurutnya, beberapa penertiban bersifat dilematis. (Pujianto)




One comment
  1. sukri

    April 16, 2014 at 11:08 pm

    Penjarakan saja edi brengos satpol PP… dasar tidak tanya-tanya dulu main kekerasan dan pemaksaan!!! wong cilik mau ditaruh dibathoke hamzah fathoni po piye ora entuk dodolan ora nganggo solusi. kok dumeh dibayar ding sugih bondo iso sak penake dewe!!!

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan