Pjs Bupati Minta Tukang Batu Produk Pelatihan Dikaryakan

Jumat, 4 September 2015 | 18:38 WIB
Pjs Bupati Rembang Suko Mardiono saat berbicara di acara pelatihan dan sertifikasi tenaga konstruksi yg digelar Semen Gresik, Rabu (2/9/2015) lalu. (Foto: Pujianto)

Pjs Bupati Rembang Suko Mardiono saat berbicara di acara pelatihan dan sertifikasi tenaga konstruksi yg digelar Semen Gresik, Rabu (2/9/2015) lalu. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Rembang Suko Mardiono meminta kepada pemerintah di level kecamatan dan desa agar mengaryakan para tukang batu atau tenaga konstruksi yang pernah mendapat pelatihan dan bersertifikat.

Permintaan tersebut didasari oleh banyaknya kegiatan pembangunan infrastruktur di desa, termasuk rehabilitasi rumah yang tidak layak huni. Pengaryaan mereka sekaligus sebagai alat ukur kesuksesan pelatihan dan tanggung jawab sertifikat yang dimiliki.

“Tetapi (pengaryaan mereka) jangan sampai gratisan. Memang harus ada gotong royong, tetapi profesi juga mesti dihargai,” katanya.

Selain meminta agar tenaga konstruksi yang terlatih dikaryakan di proyek-proyek desa dan kecamatan, mereka juga diharapkan terserap di proyek pabrik semen yang sedang berjalan.

“Paling tidak, mereka yang berasal dari wilayah ring I pabrik semen, agar diutamakan,” tandasnya.

Suko menegaskan, dilatihnya 30 persen dari 125 orang tukang batu oleh pihak Semen Gresik, diharapkan mampu menjawab secara perlahan, tuntutan warga atas berdirinya pabrik semen, terutama soal penyerapan tenaga kerja lokal.

Pjs Bupati meminta pula agar pabrik semen sportif soal penyerapan tenaga kerja. “Kami akan dukung, selagi sesuai dengan aturan,” tegasnya.

Direktur Komersial Semen Gresik Mukhamad Saifudin mengaku dua kali ini menyelenggarakan pelatihan bagi para tukang batu di Rembang.

Dia mengklaim, dari pelatihan yang pertama, beberapa tukang, utamanya dari warga ring I, diserap di proyek pembangunan pabrik.

Namun berapa orang persisnya, dia mengaku tidak mengingatnya karena tidak membawa catatan.

Setelah pelatihan dan sertifikasi tukang yang berlangsung sejak Rabu (2/9/2015) dan berakhir Jumat (4/9/2015) ini, Saifudin tidak bisa memastikan berapa persen yang akan diserap.

“Intinya kami memberi bekal bagi mereka,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan