Pimpinan DPRD Anggap Anggota Tak Perlu Tes Urin

Jumat, 14 Februari 2020 | 11:57 WIB

Pelantikan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rembang periode 2019-2024, Selasa (20/8/2019) siang di ruang paripurna Gedung DPRD Rembang. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kasus bekas Anggota DPRD Kabupaten Rembang berinisial HK (36) yang ditangkap Anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang, karena mengkonsumsi sabu-sabu mendapatkan tanggapan dari pimpinan DPRD setempat.

Wakil Ketua DPRD Rembang Bisri Cholil Laquf (Gus Gipul) menilai bahwa perbuatan tersebut sangat disayangkan, apalagi alasan yang HK mengkonsumsi narkoba karena ingin kuat begadang. Menurutnya banyak cara agar kuat begadang salah satunya adalah minum kopi yang di dalamnya terkandung kafein.

Saat disinggung apakah perlu pimpinan dewan mengagendakan tes urin untuk semua angota DPRD, Gus Gipul menyatakan tidak perlu reaktif dalam menanggapi kasus tersebut. Pasalnya sekitar empat bulan yang lalu seluruh anggota dewan sudah menjalani medical chek up (MCU) di RSUD Rembang untuk memeriksa kesehatan mulai dari kesehatan fisik, rohani, sampai tes kesehatan bebas narkoba dan keseluruhan anggota dinyatakan sehat.

“Ya gak perlu reaktif Mas, sekitar empat bulan lalu kita sudah cek kesehatan kok. Untungnya yang bersangkutan sudah tidak menjadi anggota dewan, kalau masih malah bikin repot lagi,” ungkapnya.

Ridwan Wakil Ketua DPRD yang lain sependapat dengan Gus Gipul tentang tidak perlunya tes urin bagi anggota dewan. Dirinya percaya bahwa semua koleganya tidak mungkin menyentuh barang haram tersebut. Apalagi mereka dipercaya oleh rakyat sebagai wakil untuk memperjuangkan aspirasi.

“Menurut saya gak perlu Mas, kita percaya kok pada teman-tean tidak mungkin pake barang-barang yang begituan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, HK adalah salah satu politisi Partai Gerindra yang terpilih sebagai anggota dewan periode 2014-2019. Saat di kepolisian dirinya mengaku mengkonsumsi narkoba jenis sabu agar kuat begadang. Dan mendapatkan barang haram tersebut dari Pati.

 

Penulis : Mohamad Siroju Munir
Editor : Mohamad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan