Putra Mbah Moen Resmi Pimpin DPRD Rembang

Senin, 6 Oktober 2014 | 16:03 WIB
Ketua DPRD Rembang, Majid Kamil. (Foto:Pujianto

Ketua DPRD Rembang, Majid Kamil. (Foto:Pujianto)


REMBANG, mataairradio.com –
Pimpinan DPRD Rembang periode 2014-2019 telah resmi dilantik. Pelantikan dilakukan dalam rapat paripurna istimewa pengucapan sumpah dan atau janji pimpinan DPRD, di Gedung DPRD Rembang, Senin (6/10/2014).

Rapat paripurna istimewa pelantikan pimpinan DPRD Rembang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB, diawali dengan sambutan pembukaan yang dibacakan ketua sementara, Majid Kamil. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pengambilan sumpah para pimpinan.

Ketua DPRD Rembang yang juga putra ulama sepuh KH Maimoen Zubair (Mbah Moen, Majid Kamil, beserta tiga wakilnya, masing-masing Gunasih, Bisri Cholil Laquf, dan Ridwan, langsung menuju ke depan.

Pengambilan sumpah dipandu oleh Kepala Pengadilan Negeri Rembang Albertus Usada. Keempat pimpinan DPRD didampingi rohaniawan agama Islam.

Usai pengambilan sumpah, acara dilanjutkan dengan prosesi penyerahan palu pimpinan, yang diserahkan dari Gunasih kepada Majid Kamil. Setelah itu, Majid beserta tiga wakilnya menuju ke kursi pimpinan.

Acara ditutup sekitar pukul 11.30 dengan pembacaan doa oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Rembang Atho’illah Muslim. Sebelum mengetuk palu pertamanya untuk menutup sidang paripurna, Majid Kamil dan ketiga wakilnya meminta doa restu dari masyarakat agar dapat mengemban amanah.

“Dapat membantu mewujudkan visi dan misi Pemkab Rembang. Saling berkorelasi antarkomponen demi kesejahteraan masyarakat, dan mampu menjaga demokrasi,” imbuh Majid.

Acara pelantikan dihadiri oleh seluruh anggota DPRD, Pelaksana Tugas Bupati Rembang Abdul Hafidz, semua kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rembang, serta para tamu undangan lainnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan