Pilkada Rembang 2015 Terancam Cacat

Sabtu, 2 Mei 2015 | 16:51 WIB
Ketua Panwas Pilkada Rembang Totok Suparyanto saat melakukan pengawasan tes tertulis calon anggota PPK di Pendapa Museum Kartini, Sabtu (2/5/2015) pagi. (Foto: Facebook Terkonfirmasi Totok Suparyanto)

Ketua Panwas Pilkada Rembang Totok Suparyanto saat melakukan pengawasan tes tertulis calon anggota PPK di Pendapa Museum Kartini, Sabtu (2/5/2015) pagi. (Foto: Facebook Terkonfirmasi Totok Suparyanto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Pemilihan Kepala Daerah Rembang yang akan digelar 9 Desember 2015 terancam cacat, jika panitia pengawas (Panwas) tidak bisa maksimal melakukan pengawasan karena minimnya anggaran.

Pemkab Rembang sementara ini hanya menganggarkan dana satu miliar rupiah untuk Panwas, sedangkan kebutuhan anggarannya hingga lima miliar rupiah. Ketua Panwas Pilkada Rembang Totok Suparyanto mengaku tidak akan mogok melakukan pengawasan, tetapi hanya akan bekerja sesuai anggaran.

“Jika anggarannya tidak cukup, pengawasan tidak akan bisa dilakukan secara menyeluruh dan itu mencederai kualitas Pilkada,” ujarnya.

Menurut Totok, pengawasan diperlukan untuk menjamin tiap tahapan Pilkada dilakukan secara bertanggungjawab. Jika anggaran tak ditambah, dia pasrah tahapan dilanjut atau tidak.

Totok menegaskan, anggaran yang diitung kira-kira sebesar lima miliar rupiah itu, dibuat atas perintah undang-undang dan regulasi. Anggaran yang disusun hanya memuat kebutuhan dasar dan item pokok pengawasan tahapan Pilkada.

“Kami tidak membuat anggaran yang kurang penting dan mendesak,” tandasnya.

Selain honor bagi petugas mulai dari pengawas TPS, pengawas lapangan, pengawas kecamatan, hingga pengawas tingkat kabupaten, pihaknya mengajukan anggaran untuk bimbingan teknis PPL dan Panwascam serta kebutuhan dasar kesekretariatan.

“Bintek penting dilakukan, agar mutu pengawasan terjaga,” tegasnya.

Dia menyebutkan, khusus untuk kegiatan bimbingan teknis bagi panwas kabupaten, dijadwalkan sebanyak 15 kali. Lokasinya paling dekat di Grobogan dan Kudus dan yang paling jauh di Purwokerto Kabupaten Banyumas.

“Terkait anggaran, panwas akan menemui Bupati, Senin (4/5/2015) depan,” ungkapnya.

Totok yang merupakan mantan Panwascam Pamotan kembali mengungkap penyebab tingginya anggaran kepengawasan. Menurutnya, undang-undang telah memerintahkan agar ada pengawas di tiap TPS, sedangkan ada 1.100 TPS di Rembang.

“Dampaknya, anggaran untuk honor saja, sudah besar,” imbuhnya.

Anggota Komisi A DPRD Rembang Gatot Paeran mengatakan, peluang penambahan anggaran pengawasan Pilkada melalui mekanisme APBD Perubahan, masih terbuka.

“Asalkan rencana pemakaiannya jelas, dan penting untuk meningkatkan kualitas Pilkada. Apalagi memang ada aturan baru di Pilkada kali ini,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan