Pikap Terjun ke Sungai Landoh, Sopir Tewas

Kamis, 7 Januari 2016 | 13:55 WIB
Salah seorang warga berlalu dari lokasi terjunnya pikap, diduga untuk memberikan kabar kepada pihak keluarga korban kecelakaan di Sungai Desa Landoh Kecamatan Sulang, Kamis (7/1/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Salah seorang warga berlalu dari lokasi terjunnya pikap, diduga untuk memberikan kabar kepada pihak keluarga korban kecelakaan di Sungai Desa Landoh Kecamatan Sulang, Kamis (7/1/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

SULANG, mataairradio.com – Sebuah kendaraan pikap yang memuat blung kosong bekas tempat ikan terjun ke sungai di daerah Landoh Kecamatan Sulang, Kamis (7/1/2016) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Sopir pikap tewas di lokasi kejadian, sedangkan seorang penumpangnya selamat.

Warga sekitar tidak paham secara persis penyebab pikap itu tiba-tiba terjun ke sungai. Namun menurut Juwanto, warga setempat, pikap K 1921 ZA ini melaju dari arah selatan menuju utara.

“Saya tahunya mobil sudah terjun. Muat blung ikan ini. Mungkin dalam perjalanan pulang dari Blora atau Solo. Dari arah selatan,” tuturnya.

Muncul dugaan sopir pikap mengantuk, sehingga hilang kendali dan menabrak pembatas jembatan.

“Begitu tahu, ya langsung kita ramai-ramai menolong. Sulit juga mengevakuasi karena sopirnya terjepit di dalam,” ujarnya.

Kasatlantas Polres Rembang AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsy mengaku segera melakukan olah tempat kejadian dan memeriksa beberapa orang saksi di lokasi.

Menurutnya, ada salah satu warga yang melihat kendaraan itu berjalan oleng dari arah selatan, sebelum diketahui terjun ke sungai.

“Ada warga yang lihat pikap berjalan zig-zag dari arah selatan. Jalannya kendaraan sudah oleng,” ungkapnya.

Atas keterangan saksi ini, polisi sementara menyimpulkan, penyebab kecelakaan adalah karena sopir yang diduga mengantuk.

Soal kemungkinan ada faktor teknis pada kemudi kendaraan, pihaknya belum bisa memastikan dan masih menyelidiki.

“Belum tahu kalau soal faktor teknis kendaraan. Kami masih selidiki. Yang jelas, daerah setempat rawan kecelakaan,” tegasnya.

Sementara itu, setelah dilakukan evakuasi, korban meninggal diketahui bernama Moh Arwan Yudi (37) warga RT 4 RW 1 Tanjungsari-Rembang dan korban luka adalah Ning Suyati (27) warga kelurahan yang sama.

Polisi menyebut Ning Suyati adalah istri dari korban yang meninggal itu.

Yudi meninggal dunia akibat luka patah tulang leher lantaran terjepit, sedangkan Suyati luka memar di bagian kepala dan kini dirawat di rumah sakit daerah.

Warga dan polisi sempat kesulitan mengevakuasi korban, sedangkan pikap maut itu sudah tampak terevakuasi sekitar pukul 11.30 WIB.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil/Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan