Petugas Temukan Hewan Kurban Bermasalah Jelang Idul Adha

Selasa, 21 Agustus 2018 | 18:05 WIB

Petugas Pemantau Hewan Kurban melakukan pemeriksaan kesehatan di penampungan hewan kurban di Desa Padaran Kecamatan Rembang. (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com Petugas Pemantau Hewan Kurban bentukan Dinas Pertanian dan Pangan (Dintenpan) Kabupaten Rembang menemukan hewan kurban bermasalah menjelang Peringatan Idul Adha 1439 Hijriah.

Plt Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dintanpan Rembang Idam Rachmatdi mengungkapkan, sebanyak empat ekor kambing menderita sakit mata  (Pink Eye) dan empat ekor kambing cacar mulut atau orf.

Selain itu juga terdapat tujuh ekor hewan kurban yang belum cukup umur. Rinciannya lima ekor kambing dan dua ekor sapi.

“Dari tim yang melakukan pemantauan hari ini (21/8/2018) ditemukan kasus penyakit hewan non zoonosis atau tidak menular ke manusia. Empat ekor menderita pink eye dan empat ekor kasus orf atau cacar mulut. Serta belum cukup umur yang teramati tujuh ekor (Sapi, Kambing, Domba),” kata Idam kepada mataairradio.com.

Tapi menurut Idam, secara garis besar status kesehatan hewan kurban dalam kondisi sehat, baik dan layak untuk hewan kurban.

Selain membentuk Petugas Pemantau Hewan Kurban, Dintanpan juga melakukan pelatihan pemotongan hewan kurban kepada 100 peserta yang berasal dari modin dan jagal.

“Pekan kemarin (13-14 Agustus 2018) kami juga melatih teknik pemotongan hewan kurban terhadap 100 peserta dari modin dan jagal. Pelatihan dilakukan di dua lokasi,” imbuhnya.

Idam menjelaskan, ciri-ciri hewan sehat ditandai  dengan sorot mata cerah tidak tampak lesu, bulu  halus dan mengilap, tidak ada leleran kotoran dari lubang hidung maupun anus, serta nafas teratur.

“Nanti pada hari H, pemantauan akan kami lakukan pada enam zona. Tiap dokter hewan memantau 3-4 kecamatan dibantu dengan 49 petugas lapangan yang tersebar di 14 kecamatan.

Saya sendiri akan terjun untuk memantau kondisi hewan kurban di Kecamatan Pamotan , Pancur, dan Lasem,” pungkasnya.

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan