Petrokimia Tindak Tegas Distributor Politisasi Pupuk di Rembang

Selasa, 14 Januari 2014 | 16:02 WIB
Sawah di Kabupaten Rembang saat musim penghujan. (FotoLRif)

Lahan persawahan di Kabupaten Rembang saat musim penghujan. (FotoLRif)

REMBANG, MataAirRadio.net – PT Petrokimia Gresik (Persero) berjanji menindak tegas distributor maupun pengecer yang terbukti melakukan politisasi pupuk bersubsidi menjelang Pemilu 2014. Belakangan beredar informasi praktek dugaan politisasi distribusi pupuk oleh oknum calon anggota legislatif yang keluarganya merupakan distributor.

Modus yang berkembang, caleg tersebut menyediakan pupuk yang dibutuhkan masyarakat setempat dengan imbalan dipilih pada Pemilu nanti. Padahal distributor terkait, tidak melayani petani di daerah yang bersangkutan. Namun hingga Selasa (14/1) pagi, belum ada laporan resmi dari masyarakat.

Supervisor PT Petrokimia Gresik wilayah Karesidenan Pati Haryanto mengaku akan mengeluarkan peringatan secara keras, kepada distributor atau pengecer yang kedapatan melakukan politisasi pupuk untuk keperluan pemilihan salah satu calon anggota legislatif. Sanksi tegas tetap dikenakan sesuai dengan tingkat pelanggarannya.

Namun Haryanto meyakini, politisasi pupuk tidak akan sampai terjadi. Apalagi, pihaknya telah melakukan pemantauan secara ketat di lapangan menyusul keluhan petani yang menyebut kelangkaan pupuk urea bersubsidi.

Penebusan pupuk urea bersubsidi oleh distributor terus bertambah seiring tingginya kebutuhan petani. Jika sampai hari Minggu (12/1) kemarin, penebusan baru mencapai 2.435 ton, maka pada Senin (13/1) sore kemarin, sudah menembus 3.140 ton atau bertambah 705 ton hanya dalam waktu satu hari.

Menurut Haryanto, apabila mengacu alokasi pupuk urea pada Januari 2013, maka bulan ini ada alokasi 3.161 ton. SK Bupati Rembang tentang Distribusi dan Alokasi Pupuk 2014 masih dalam proses penerbitan. Namun Petrokimia memastikan, jika pun kebutuhan pupuk urea petani melebihi alokasi itu, produsen masih sanggup memenuhi.

Teknisnya, jatah bulan Februari diambil untuk Januari. Haryanto menambahkan, setiap hari ada kiriman antara 200-300 ton pupuk urea bersubsidi. Intinya, kebutuhan pupuk dari petani tetap bisa dipenuhi.

Ketua Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni berharap agar tidak ada distributor dan pengecer yang berbuat nakal. Politisasi pupuk oleh siapapun tidak boleh terjadi kepada petani. Pihaknya berjanji untuk juga memperketat pengawasan di lapangan. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan