Peternak Sapi Rembang Cemaskan Dampak Impor Daging

Selasa, 11 Agustus 2015 | 18:19 WIB
Pasar Hewan Kragan. (Foto Arri Bahtiar)

Pasar Hewan Kragan. (Foto Arri Bahtiar)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sejumlah peternak di Kabupaten Rembang mengaku mencemaskan dampak kebijakan impor daging sapi oleh Pemerintah. Mereka khawatir harga sapi akan langsung jatuh, sehingga nasib peternak menjadi tidak terlindungi.

Sahid, peternak sapi di Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori menganggap, gejolak harga daging di Ibu kota cuma permainan orang-orang berduit. Menurut dia, sapi di daerah lain seperti Rembang masih melimpah.

“Buktinya, harga daging masih stabil. Mestinya Pemerintah tidak buru-buru mengimpor,” katanya kepada mataairradio.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang Agus Iwan Haswanto mengakui tidak menemukan kenaikan harga daging di daerah ini. Harga daging masih stabil di angka Rp90-95 ribu per kilo.

“Pasokannya pun masih dari sapi betina lokal yang apkir dan belum ada daging impor yang masuk,” ujarnya.

Agus Iwan mengatakan, kebijakan impor daging ditempuh untuk menurunkan harga sehingga menjadi wajar di masyarakat. Tetapi menurutnya, impor atau tidak impor, nyaris tidak ada dampaknya di Rembang.

“Jika pun ada efeknya, paling-paling harga daging masih di kisaran Rp80-90 ribu per kilo dan itu masih bisa dijangkau kalau di Rembang,” katanya.

Tidak adanya dampak itu lantaran Rembang masih merupakan pasar lokal. Agus Iwan mengungkapkan, pernah ada pemasok yang mencoba menawarkan daging impor kepada para pedagang daging di Pasar Rembang.

“Tetapi kebanyakan pedagang menolaknya karena daging impor itu, daging beku,” ungkapnya.

Menurut Iwan, daging beku kurang disukai masyarakat Rembang karena mereka lebih suka memasak daging segar yang berasal dari jagal lokal.

“RPH atau rumah pemotongan hewan di Rembang, rata-rata menyembelih 9-12 ekor sapi per hari dan langsung habis,” tegasnya.

Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindagkop dan UMKM Rembang Sugiyanto mengaku sudah menggelar operasi pemantauan harga daging di pasaran pada Senin 10 Agustus kemarin.

“Harga daging masih stabil seperti sebelum Ramadhan, yakni Rp90-95 ribu per kilo,” bebernya.

Berkaitan dengan dampak segera masuknya daging impor ke pasaran, dia berjanji akan menggelar inspeksi secara berkala di pasar.

“Paling tidak stok dan harga akan dipantau secara intens. Masyarakat jangan panik terkait fluktuasi harga daging seperti di kota-kota besar,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan