Petani Tembakau Terbelit Dualisme APTI Rembang

Selasa, 17 November 2015 | 16:48 WIB
Pengukuhan pengurus APTI Rembang versi Maryono, Selasa (17/11/2015) siang. (Foto: Pujianto)

Pengukuhan pengurus APTI Rembang versi Maryono, Selasa (17/11/2015) siang. (Foto: Pujianto)

 

SULANG, mataairradio.com – Petani tembakau di Kabupaten Rembang terbelit dualisme Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI).

Hal itu setelah seratusan petani tembakau Rembang mengukuhkan APTI pimpinan Maryono di sebelah selatan Kantor BPP Sulang, Selasa (17/11/2015) siang.

Marjuki, Ketua Pengurus Kecamatan Sumber APTI versi Maryono menilai, APTI versi Masudi berisi orang-orang yang bukan petani tembakau.

Ia pun menyebut APTI-nya berisi para petani yang mengembangkan tembakau sejak awal sampai saat ini.

“Terhadap APTI versi lain, kami akan merangkulnya,” katanya.

Marjuki yang merupakan Ketua Panitia Pengukuhan APTI Rembang versi Maryono optimistis bisa merangkul mereka yang di APTI lain.

“Optimisme ini karena tujuan mereka (APTI lain) sama yaitu ingin memperjuangkan kemakmuran petani tembakau,” katanya.

Ia juga menekankan, APTI yang dikukuhkan ini tersebar di 10 dari 14 kecamatan di Rembang.

“Pengurus APTI kami juga sampai ke tingkat desa,” katanya.

Soal SK dari Dewan Pengurus Nasional (DPN) APTI dan surat keterangan terdaftar di Kantor Kesbangpolinmas Rembang bagi APTI versi Masudi, Marjuki tak menanggapi.

Abdul Mun’im, Humas APTI Rembang versi Masudi mengatakan, kepengurusannya adalah sah karena sudah mendapat legalitas dari APTI Pusat dan terdaftar di Kantor Kesbangpolinmas per April 2015.

Ia menilai, pengukuhan APTI versi Maryono, ditengarai bermuatan politis.

“APTI kami sah dan legal. Justru kalau ada pengukuhan pengurus lain, itu ada kepentingan politis,” katanya.

Kepentingan politis seperti apa yang dimaksudnya, Mun’im enggan membeber lebih jauh.

Soal tudingan dari APTI versi Maryono tentang anggota APTI versi Masudi berisi bukan petani tembakau, ia menyebut hal itu tak sepenuhnya benar.

“Kalaupun ada yang bukan petani, itu untuk advokasi atau pendampingan,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan