Petani Tembakau Tak Perlu Resah Penutupan Pabrik Sampoerna

Senin, 19 Mei 2014 | 16:59 WIB
Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Suratmin. (Foto:Pujianto)

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Suratmin. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataaAirRadio.net – Petani tembakau di Kabupaten Rembang diminta tidak meresahkan dampak penutupan pabrik rokok Sampoerna di Lumajang dan Jember, Jawa Timur. Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang menyebut penutupan pabrik tersebut tidak mempengaruhi perkebunan tembakau di kabupaten ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Suratmin mengaku sudah menghubungi pihak PT Sadana Arif Nusa berkaitan dengan dampak penutupan dua pabrik rokok Sampoerna di Jawa Timur. PT Sadana merupakan suplier tembakau ke PT HM Sampoerna.

Menurut Suratmin, dari hasil konfirmasi dengan pihak PT Sadana Arif Nusa, dua pabrik yang ditutup, selama ini memproduksi sigaret kretek tangan. Sementara, tembakau dari petani Rembang, dipasok untuk produksi sigaret kretek mesin atau rokok berfilter.

Meski tidak berdampak secara langsung, Suratmin tetap mewanti-wanti petani tembakau di Rembang. Petani perlu menjaga kualitas dari tembakau yang mereka tanam dan panen nanti. Petani diminta untuk tidak coba-coba menyelundupkan tembakau dari petani luar daerah.

Mengenai kemungkinan seleksi lebih ketat terhadap penjualan tembakau rajangan hasil panen, Suratmin menyebut hal itu bakal terjadi. Pada musim lalu saja, seleksi telah dilakukan secara ketat, untuk mendapatkan kualitas tembakau yang terbaik.

Petani juga diminta untuk menanam tembakau di lahan sebagaimana yang telah diajukan dan disetujui pihak Sadana. Tahun ini, PT Sadana Arif Nusa telah menyepakati suplai bahan baku dari hasil 2.500 hektare lahan tembakau di Rembang.

Koordinator PPL PT Sadana Arif Nusa di Rembang Dedy Kusmayadi menyebut, pengembangan tembakau di kabupaten ini memang hanya 2.500 hektare untuk tahun ini. Pihaknya tidak mengomentari penutupan dua pabrik rokok Sampoerna di Jawa Timur.

Petani tembakau di Kabupaten Rembang diharapkan fokus saja menjaga kualitas tanamannya. Penanganan pasca-panen pun perlu mendapat perhatian, agar bebas dari non-related materials tobacco atau NTRM. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan