Petani Tembakau Rembang Was-was Curah Hujan Masih Tinggi

Senin, 24 Maret 2014 | 17:31 WIB
Petani tembakau di Dusun Bagel Desa Mondoteko Kecamatan Rembang sedang mempersiapkan bedengan, Senin (24 3) pagi. (Foto Pujianto)

Petani tembakau di Dusun Bagel Desa Mondoteko Kecamatan Rembang sedang mempersiapkan bedengan, Senin (24 3) pagi. (Foto Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Petani tembakau di Kabupaten Rembang mulai melakukan pembedengan. Namun mereka merasa was-was, khawatir curah hujan masih tinggi. Sebab, curah hujan yang berlebihan mengancam kelangsungan benih tembakau di bedengan.

Asrikin, petani tembakau di Dusun Bagel Desa Mondoteko Kecamatan Rembang mengaku tidak kapok mengembangkan tanaman bahan baku rokok itu, meski hasil panen di musim lalu tidak sebagus yang sebelumnya. Namun dia berharap, cuaca kali ini tidak berlangsung basah. Jika itu yang terjadi, maka pertumbuhan benih tembakau akan mudah layu.

Dia mengaku masih akan mengembangkan tembakau di satu seperempat hektare lahannya. Asrikin menyebutkan, dari dua kali dia menanam tembakau sebelumnya, yang pertama yang paling beruntung. Ia mengaku mendapat omzet panen hingga Rp106 juta kala itu, namun yang kedua mendapat Rp15 juta saja.

Sukijan, petani tembakau lainnya di desa itu menambahkan, begitu lahan bedengan diolah, petani tidak bisa langsung menebarkan bibit di atasnya. Bedengan perlu dipupuk dan ditutup terlebih dahulu hingga selama satu minggu. Setelah itu, bibit baru ditebar.

Sebagaimana Asrikin, Sukijan juga sudah tiga musim ini menanam tembakau. Menurutnya, meski menelan ongkos cukup besar, menanam tembakau dinilai masih memberikan banyak keuntungan dibanding dengan tanaman lain seperti mentimun dan jagung.

Dia mencontohkan saat tanam pada musim pertama dulu, dengan modal lima juta rupiah untuk pengembangan setengah hektare, didapat hasil kotor hingga Rp25 juta. Di musim kedua pun, dia masih bisa mencetak hasil kotor Rp32 juta di lahan setengah hektare. Padahal kala itu, cuaca cukup basah.

Sementara itu, mengenai awal musim tanam tembakau tahun ini, Koordinator PPL dari PT Sadana Arifnusa menyatakan, baru dilakukan pada bulan Mei nanti. Sebenarnya setiap tahun, awal tanam tetap di Mei. Hanya saja, tahun lalu sebagian petani tidak mematuhi standar operasional prosedur pembedengan hingga penanaman. Mestinya benih tembakau berada 1,5 bulan di bedengan sebelum ditanam pada Mei.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Yosophat Susilo Hadi menambahkan, hasil panen musim tanam tembakau tahun lalu, memang kurang memuaskan. Dia berharap kepada petani agar disiplin menerapkan standar operasional dan prosedur penanaman yang ditetapkan perusahaan mitra. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan