Petani Tembakau Rasakan Harga Tinggi di Awal Panen

Tuesday, 22 August 2017 | 19:29 WIB

Petani tembakau di Desa Lambangan Wetan Kecamatan Bulu menjemur tembakau rajangannya di atas tanah lapang di daerah setempat, Selasa (22/8/2017). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Petani tembakau di Kabupaten Rembang mulai menjual hasil panennya ke perusahaan mitra, PT Sadana Arif Nusa, di gudang pembelian di wilayah Kemadu Kecamatan Sulang.

Pembelian oleh pihak perusahaan mitra sudah berlangsung sejak Senin 21 Agustus 2017. Sejumlah petani yang berkesempatan menjual hasil panen tembakaunya menyatakan mendapat harga tinggi.

“Tahun lalu, pembelian perdana begini, tembakau paling masuk F1 dengan harga Rp19.000. Sekarang, pembelian perdana rata-rata masuk F2 dengan harga Rp22.000,” kata Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Rembang Maryono.

Bahkan menurut dia yang dihubungi mataairradio.com pada Selasa (22/8/2017) sore, ada sejumlah petani yang tembakaunya masuk taraf kualitas P1 dengan harga sekitar Rp26.000 per kilogram.

“Dan, yang mencolok, hampir tidak ada tembakau petani yang dikembalikan karena outgrade. Kalau pun ada yang kembali itu karena tembakau masih basah, jamuran, atau ada plastiknya,” terangnya.

Pihak petani tembakau optimistis, mutu dan harga pada tahun ini akan lebih baik daripada pada tahun lalu. Optimisme ini kata dia berdasarkan bentuk daun tembakau yang kini tebal dan terasa lengket.

“Secara ‘rendemen’ pun tampaknya baik. Itung-itungan kami, satu kilogram daun tembakau basah, ketika dirajang dan kering, bisa menghasilkan 1,5 ons tembakau siap jual. Tahun lalu di bawah itu,” paparnya.

Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang Yosophat Susilo Hadi juga menilai, mutu tembakau petani pada tahun ini akan lebih baik ketimbang tahun lalu.

“Kualitas lumayan karena terbantu cuaca panas. Yang tanam awal, sekitar akhir Mei hingga awal Juni mutunya lumayan. Kalau yang setelah itu, kualitas masih bagus, tapi kuantitasnya mungkin kurang,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan