Petani Tembakau Sulit Dapatkan Pupuk ZA dan SP-36

Kamis, 15 Mei 2014 | 16:35 WIB
Petani tembakau.

Petani tembakau.

BULU, MataAirRadio.net – Petani tembakau di Kecamatan Bulu mengaku kesulitan mendapat pupuk jenis amoniak sulfat atau ZA dan fosfat atau SP-36 pada beberapa minggu belakangan. Dua pupuk selain jenis ZK ini, juga dibutuhkan petani tembakau, meski dalam dosis yang tidak banyak.

Yoto, petani tembakau di Desa Lambangan Kulon Kecamatan Bulu mengaku, baru mendapatkan empat sak dari enam sak pupuk ZA yang dia butuhkan. Dia pun mengakui, pupuk ZA yang didapatkannya itu jenis yang bersubsidi, namun harganya mencapai Rp100.000 per sak.

Harga tersebut jauh di atas harga eceran tertinggi ZA bersubsidi yang Rp70.000 per sak isi 50 kilogram. Dia mulai berburu ZA dan SP-36 semenjak bibit tembakaunya dipindahkan dari bedengan ke lahan. Jika harus membeli ZA yang non-subsidi, Yoto mengaku keberatan.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Suratmin mengaku sudah mengajukan revisi jatah pupuk ZA untuk Rembang ke Gubernur Jawa Tengah. Sebelumnya, Rembang hanya dijatah sekitar 5.000 ton ZA, namun kini diajukan revisi menjadi 8.500 ton.

Tahun lalu, Gubernur menetapkan alokasi pupuk ZA untuk kabupaten ini sebanyak 8.500 ton. Namun menurut Suratmin, karena jatah yang terbatas, maka petani tembakau di Kabupaten Rembang, belum teralokasi ZA bersubsidi.

Amoniak sulfat bersubsidi, saat ini difokuskan alokasinya kepada petani padi dan tebu. Dia pun berharap, petani tembakau menggunakan ZA non-subsidi, mengingat kebutuhan dosisnya tidak banyak. Sebenarnya, tembakau terbilang tanaman rakyat dan berhak atas pupuk subsidi.

Berdasarkan pantauan MataAir Radio, Kamis (15/5) pagi, hampir semua petani tembakau tengah bersiap memindahkan bibit dari bedengan ke lahan. Proses penyiapan lahan telah tuntas, meski sempat dilalui dengan kesulitan mendapat tukang cangkul.

Tahun ini, ada sekitar 2.500 hektare tembakau yang akan dikembangkan petani di Kabupaten Rembang secara kemitraan. PT Sadana Arif Nusa sebagai perusahaan mitra menyediakan ZK dan nutrisi tanaman tembakau lainnya yang dibutuhkan petani. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. Sadana

    Mei 15, 2014 at 6:28 pm

    Tembakau gak dapat jatah pupuk subsidi, kalo petani pake pupuk subsidi maka pupuk yg seharusnya buat padi dan tebu akan terpakai pdhl pupuk subsidi tahun ini turun drastis, jadi kalo pupuk subsidi buat padi misalnya habis nanti pasti pada ribut. Kalo gak mau pake pupuk nonsubsidi ya jangan tanam tembakau, karena tembakau bukan program pemerintah, tembakau itu program swasta program sadana.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan