Petani Tembakau Sulang Diterpa Isu Pembatasan Barcode

Senin, 25 Agustus 2014 | 10:56 WIB

SULANG, MataAirRadio.net – Sejumlah petani di Desa Tanjung Kecamatan Sulang sedang diterpa isu pembatasan barcode untuk penjualan tembakau kepada PT Sadana Arifnusa. Masalah yang berkembang hingga hari Minggu (24/8) ini, ditengarai dihembuskan oleh ketua kelompok petani tembakau di desa setempat.

Lembaran barcode atau kode batang dibagikan kepada petani yang hendak menjual tembakaunya. Barcode ini ditempel di bal kemasan tembakau. Bal yang tak ada barcode-nya akan disinyalir sebagai tembakau selundupan dan tidak mungkin dibeli oleh perusahaan mitra.

Kepala Desa Tanjung Ahmad Erfin Rianto membenarkan keresahan warganya gara-gara isu pembatasan barcode yang dihembuskan ketua kelompok tani tembakau. Mereka khawatir, jika barcode dibatasi, tembakau yang sudah kadung di-bal, harus ditunda jual. Akibatnya bisa jamuran jika lama disimpan.

Ketua Kelompok Tani Tembakau Desa Tanjung Murtadlo belum memberikan keterangan resmi terkait isu yang dihembuskannya itu. Dia juga tak sampai menanggapi kecurigaan sejumlah warga, yang menuding dirinya sengaja menghembuskan isu tersebut untuk kepentingan tertentu.

Apalagi muncul dugaan, dia memakai banyak nama dari anggota keluarganya agar bisa ikut menanam tembakau di lahan yang lebih luas. Padahal nyatanya, dia sendiri yang menggarapnya. Atas isu pembatasan barcode ini, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Rembang, langsung angkat bicara.

Ketua APTI Rembang Maryono membantah isu pembatasan barcode penjualan tembakau. Dia pun sudah mengklarifikasi isu itu kepada ketua kelompok tani yang bersangkutan. Menurutnya ketua kelompok salah paham. Bukan barcode yang dibatasi, melainkan tonase produksi per hektare yang dikontrol.

Sementara itu, menyikapi beragam persoalan yang timbul di kalangan petani tembakau, APTI akan menggelar pertemuan antara petani, dinas pertanian, dan pihak PT Sadana Arifnusa. Rencananya pertemuan akan digelar pada hari Selasa 26 Agustus nanti.

Maryono mengungkapkan, beberapa isu atau topik hangat yang akan dicuatkan adalah mengenai penentuan grade dan penyebab turunnya tingkat kualitas tembakau petani di musim ini. Urusan barcode juga akan disenggol di pertemuan nanti. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan