Perusahaan Mitra Petani Tembakau Rembang Belum Tambah Gudang

Senin, 17 Maret 2014 | 16:04 WIB
Atrean kendaraan yang memuat tembakau hasil panen petani.(Foto:Puji)

Atrean kendaraan yang memuat tembakau hasil panen petani.(Foto:Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net – Gudang penjualan hasil panen tembakau petani di Kabupaten Rembang masih belum akan bergeser dari bilangan Desa Landoh Kecamatan Sulang. PT Sadana Arifnusa sebagai perusahaan mitra petani tembakau di kabupaten ini, belum akan membangun gudang baru pada tahun 2014.

Menurut pihak perusahaan, gudang di sebelah selatan perempatan Landoh itu, masih berkapasitas cukup untuk luasan pengembangan tembakau tahun ini. Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari PT Sadana Arifnusa, Dedi Kusmayadi menyebutkan, luasan pengembangan tembakau pada tahun 2014, sekitar 2.500 hektare atau bertambah hanya sekitar 500 hektare dari tahun lalu.

Pihaknya menganggap, dengan luasan tersebut, kapasitas gudang masih memenuhi. Sayangnya, Dedi tidak menyebutkan berapa ton kapasitas gudang di Landoh itu. Hanya saja, dia menjelaskan, perlu ada beberapa perbaikan dan penataan alur penjualan, agar tidak muncul kesan menumpuk saat mengantre di luar gudang.

Dedi mengungkapkan, pihak perusahaan sebenarnya sudah berusaha mencari alternatif lokasi gudang yang lain di Kabupaten Rembang. Namun hingga Senin (17/3), gudang yang memenuhi kriteria belum kunjung ditemukan. Soal membangun gudang sendiri secara permanen, perusahaan belum memiliki rencana.

Saat musim penjualan tembakau tahun lalu, antrean kendaraan pengangkut hasil panen, tampak mengular di tepi Jalan Landoh-Sulang hingga ratusan meter. Tentang hal ini, Dedi berdalih, terjadi aksi saling tindih jatah waktu penjualan. Mereka yang mestinya dijatah menjual tembakau rajangan pada esok hari, sudah datang sehari sebelumnya.

Sementara itu, mengenai awal musim tanam tembakau tahun ini, PPL senior di tubuh Sadana Arifnusa ini menyatakan, baru dilakukan pada bulan Mei nanti. Sebenarnya setiap tahun, awal tanam tetap di Mei. Hanya saja, tahun lalu sebagian petani tidak mematuhi standar operasional prosedur pembedengan hingga penanaman. Mestinya benih tembakau berada 1,5 bulan di bedengan sebelum ditanam pada Mei.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Yosophat Susilo Hadi mengatakan, hasil panen musim tanam tembakau tahun lalu, memang kurang memuaskan. Selain faktor gangguan cuaca, banyak petani yang kurang disiplin menerapkan standar operasional dan prosedur penanaman yang ditetapkan perusahaan mitra.

Dari luas areal tanam 2.000 ha, petani Rembang hanya mampu menghasilkan panen tembakau tak lebih dari 2.000 ton. Padahal perusahaan mitra menargetkan satu hektare lahan mampu panen sebanyak 1,5 ton tembakau. Target panen 3.000 ton yang ditetapkan pun meleset. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan