Petani Tembakau Rembang Terapkan Mekanisasi Sikapi Keterbatasan Pekerja

Senin, 10 Maret 2014 | 16:35 WIB
Petani tembakau di Kabupaten Rembang mulai menerapkan mekanisasi atau pelibatan tenaga mesin untuk mengatasi keterbatasan tenaga kerja berusia produktif di sektor pertanian. (Foto:Pujianto)

Petani tembakau di Kabupaten Rembang mulai menerapkan mekanisasi atau pelibatan tenaga mesin untuk mengatasi keterbatasan tenaga kerja berusia produktif di sektor pertanian. (Foto:Pujianto)

SULANG, MataAirRadio.net – Petani tembakau di Kabupaten Rembang mulai menerapkan mekanisasi atau pelibatan tenaga mesin untuk mengatasi keterbatasan tenaga kerja berusia produktif di sektor pertanian. Pelibatan tenaga mesin juga untuk menekan ongkos pengembangan tanaman tembakau, mulai penyiapan lahan hingga panen.

Salah seorang tokoh petani tembakau di Desa Karangharjo Kecamatan Sulang Maryono mengatakan, mekanisasi pada pengembangan tembakau diperlukan. Sebab, petani sering direpotkan keterbatasan pekerja, begitu memasuki tahap penyiapan bedengan. Jika keterbatasan tenaga kerja tidak teratasi, petani terlambat menanam tembakau.

Dia juga mengatakan, pelibatan tenaga mesin seperti traktor khusus pembuat guludan, diyakini bisa menekan ongkos penyiapan lahan. Dari sekitar tujuh juta rupiah kalau menggunakan cangkul, menjadi hanya sekitar dua juta rupiah jika melibatkan mesin. Waktu pengerjaan pun menjadi tidak lagi berhari-hari, cukup sehari untuk satu hektare lahan. Soal pelatih, petani mendatangkan pelatih operator khusus.

Senin (10/3) pagi, puluhan petani tembakau di Kecamatan Sulang menyaksikan uji coba penggunaan traktor khusus, guna menyiapkan guludan untuk bedengan. Traktor ini bantuan dari Pemerintah untuk kelompok petani tembakau di Desa Karangharjo Kecamatan Sulang.

Panut, tenaga pelatih alias operator traktor asal Nganjuk menuturkan, petani mulai bergeser ke mekanisasi, sebagai solusi kelangkaan tenaga kerja di sektor pertanian. Di daerah Nganjuk, hampir semua petani mulai mengadopsi tenaga mesin untuk menyiapkan lahan pertanian.

Hanya saja, untuk mengoperasikan traktor pembentuk guludan, diperlukan keuletan dan ketelatenan, sebab teknologinya terbilang baru. Menurutnya, selain digunakan untuk membentuk guludan tanaman tembakau, mesin tersebut juga bisa digunakan untuk menyiapkan guludan tanaman jagung dan melon.

Dedi Kusmayadi, Koordinator PPL dari PT Sadana Arifnusa selaku perusahaan mitra petani tembakau di Kabupaten Rembang menambahkan, mekanisasi sektor pertanian seolah menjadi sebuah kebutuhan. Sebut saja di sektor pertanian tembakau. Lahannya tambah, namun tenaga kerja tetap. Jika tidak ada solusi mekanisasi, awal tanam menjadi molor dan ongkos pengembangan membengkak.

Dia juga mengatakan, uji coba traktor ini dilakukan agar petani melihat terlebih dahulu dampaknya dan mempertimbangkannya. Selain di Karangharjo, petani di wilayah Sendangmulyo Kecamatan Gunem, Logede Kecamatan Sumber, dan Wiroto Kecamatan Kaliori juga akan mendapat penjelasan yang sama tentang mekanisasi.

Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Yosophat Susilo Hadi menegaskan, penggantian penggunaan tenaga manusia dan hewan dengan tenaga mesin dan sarana teknik lainnya, bisa menjadikan tenaga kerja usia produktif berminat menekuni usaha pertanian. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan