Petani Rembang Hadapi Impor Tembakau

Kamis, 23 April 2015 | 18:15 WIB
Suasana gudang pembelian tembakau di Desa Landoh Kecamatan Sulang. (Foto: Rif)

Suasana gudang pembelian tembakau di Desa Landoh Kecamatan Sulang. (Foto: Rif)

 

REMBANG, mataairradio.com – Petani di Kabupaten Rembang bertekad menghadapi impor tembakau. Indonesia disebut masih mengimpor 100.000 ton tembakau tiap tahun. Tekad itu diwujudkan dengan tetap menanam tembakau berkualitas pada luasan yang sama dengan tahun lalu.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang Yosophat Susilo Hadi menyebutkan, luasan tembakau tahun ini masih akan mencapai hampir 2.500 hektare.

“Namun agar bisa bersaing dengan tembakau impor, petani mesti lebih memperhatikan kualitas ketimbang bobot,” katanya.

Apalagi PT Sadana Arifnusa sebagai mitra petani juga bakal memperketat seleksi mutu tembakau yang akan dibeli tahun ini. Untuk mengimbanginya, bibit tembakau yang diberikan kepada petani, disebut memiliki kualitas yang lebih baik.

“Larangan menanam tembakau pada lahan yang berada pada jarak antara 8-10 kilometer dari garis pantai juga untuk memperbaiki kualitas. Tembakau yang ditanam dekat dengan pantai, memiliki kadar klorid yang tinggi,” terangnya.

Dibeberkannya pula, lahan di daerah dalam sekalipun, berpotensi mengandung klorid tinggi. Itu apabila lahannya terkontaminasi banyak phonska.

“Petani telah diwanti-wanti agar mematuhi aturan main yang ditentukan perusahaan,” tegasnya.

Dia menilai, petani di Rembang kini mulai tampak militan menanam tembakau. Buktinya, begitu tanah yang dekat pantai dilarang ditanami tembakau, para petani segera memburu lahan lain yang aman, meski harus menyewa.

“Dinas Pertanian mendukung militansi petani itu dengan membantu alat dan mesin,” katanya.

Sementara itu, petani tembakau di Rembang kembali mendapat jatah kucuran anggaran sebesar Rp3 miliar dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau atau DBHCHT. Sayangnya, dana sebesar itu belum dicairkan oleh pihak dinas, tanpa disertai alasan yang pasti.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan