Petani Melon Rembang Sukses Panen “Menentang” Musim

Rabu, 11 Februari 2015 | 20:16 WIB
Petani melon di wilayah Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang sukses panen dengan produktivitas tinggi, meski mereka menanamnya dengan "menentang" musim. (Foto:Pujianto)

Petani melon di wilayah Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang sukses panen dengan produktivitas tinggi, meski mereka menanamnya dengan “menentang” musim. (Foto:Pujianto)

 
SUMBER, mataairradio.com – Petani melon di wilayah Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang sukses panen dengan produktivitas tinggi, meski mereka menanamnya dengan “menentang” musim.

Melon biasa ditanam di musim kemarau, tidak pada musim penghujan seperti sekarang.

Munawar, petani di Desa Grawan menyebut menanam melon di musim hujan sebagai edisi jaring alias untung-untungan.

“Kami merawat tanaman dengan lebih intensif, dibandingkan ketika menanam di musim kemarau,” katanya.

Dia menjelaskan, pemberian nutrisi tanaman perlu dilakukan secara tepat. Begitu pun ketika serangga dan jamur menyerang, petani tidak boleh sedikitpun terlambat menanggulangi.

“Dengan penanganan yang ekstra, berat melon per buah, naik dari 1,8 menjadi 2,5 kilogram,” ungkapnya.

Di desanya, Munawar menyebut ada empat petani yang menanam melon dengan “menentang” musim. Hampir semuanya berhasil menorehkan hasil panen yang memuaskan.

“Saya sendiri mampu memanen tujuh ton melon kualitas super dari 6.000 batang melon,” terangnya

Produksi tersebut belum termasuk yang berkualitas kedua atau B dan kualitas ketiga atau C. Jika ditotal, 6.000 batang melon ini bisa menghasilkan buah 10 ton.

“Secara produksi, jauh meningkat, karena saat kemarau kemarin, saya hanya memanen lima ton melon kualitas super dari jumlah batang yang sama,” katanya.

Secara harga pun, sudah pasti lebih tinggi dari ketika musim kemarau.

“Harga melon super mencapai Rp8.000 per kilogram, sementara saat kemarau hanya Rp6.000 per kilogram,” kata dia yang ditemui sesaat sebelum berangkat ke Pasar Induk Kramatjati Jakarta, Rabu (11/2/2015) pagi.

Munawar menyarankan, petani pemula yang hendak menanam melon dengan “menentang musim”, agar berpikir matang.

“Paling tidak menyiapkan mental, karena tingkat potensi kegagalan menanam melon di musim hujan, cukup tinggi,” tegasnya.

Mereka yang baru dalam hal menanam melon, perlu banyak belajar dari petani yang sudah banyak mengantongi pengalaman.

Dia menegaskan, ungkapan melon yang berarti melarat “alon-alon” bisa tidak berlaku jika petani melakukan cara menanam dan perawatan yang benar.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan