515 Hektare Padi Petani Sluke Gagal Panen

Minggu, 6 April 2014 | 15:57 WIB
Sekitar 515 hektare lahan tanaman padi petani di Kecamatan Sluke gagal panen.  (Foto:Rif)

Sekitar 515 hektare lahan tanaman padi petani di Kecamatan Sluke gagal panen. (Foto:Rif)

SLUKE, MataAirRadio.net – Sekitar 515 hektare lahan tanaman padi petani di Kecamatan Sluke gagal panen. Kegagalan panen terjadi akibat curah hujan yang kurang di wilayah itu. Lahan padi petani sebelumnya telah kekeringan saat masa berbulir.

Menurut Koordinator Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Sluke Marsam yang dihubungi pada Minggu (6/4) pagi, luasan padi yang puso paling parah terjadi di wilayah Desa Jurangjero, Trahan, dan Manggar. Selain di tiga desa itu, ada pula di Desa Leran, Jatisari, Sluke, Blimbing, dan Sendangmulyo. Hanya saja, luasannya tidak cukup banyak.

Marsam menjelaskan, yang dikategorikannya puso adalah yang hanya bisa dipanen 15 persen dari total lahan. Atas kegagalan panen padi petani ini, pihaknya sudah mengusulkan bantuan kepada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang. Bentuk bantuan yang diusulkan adalah pompa air.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Suratmin mengonfirmasi, usulan bantuan pompa air dari petani di Sluke yang gagal panen, sudah dipertimbangkan. Ia mengungkapkan ada bantuan lima unit pompa air yang akan dikucurkan pada tahun ini. Namun soal penerimanya, masih dalam kajian.

Suratmin juga mengatakan, selain pompa air, pihaknya sedang mengkaji pula pembuatan embung pertanian dan sumur pantek untuk petani di Sluke. Khusus soal sumur pantek, pihaknya hampir pasti mengucurkan sebanyak dua unit di Desa Jurangjero karena yang memungkinkan sumber airnya.

Sementara terkait bantuan bibit, pihaknya belum akan mengusulkannya. Sebab, belum lama ini, pihaknya baru saja mendapat kucuran bantuan benih dari Cadangan Benih Nasional untuk petani korban banjir. Apalagi pihak Pemerintah Pusat sempat tidak percaya, di saat sebagian besar daerah bermusim penghujan, Sluke justru kekeringan.

Untuk diketahui, total luas tanam padi di Kecamatan Sluke sebanyak 1.028 hektare. 12 Maret lalu, pihak Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Sluke merilis luas lahan tanaman padi yang terancam kekeringan hanya sekitar 365 hektare.

Sutrisno, salah satu petani di Desa Sendangmulyo berharap kepada Pemerintah agar serius mengupayakan solusi jangka pendek bagi mereka. Jika memungkinkan, dia berharap ada bantuan embung pertanian yang lebih banyak, karena secara sumber air, Sluke tidak tersedia cukup. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan