Petani Durian Butuh Perhatian Pemerintah

Selasa, 14 November 2017 | 15:38 WIB

Sejumlah petani durian di Dukuh Sukolilo Desa Sendangcoyo Kecamatan Lasem mengaku membutuhkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Rembang. Jenis perhatian yang dibutuhkan mereka antara lain bantuan pupuk buat tanaman durian. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

LASEM, mataairradio.com – Sejumlah petani durian di Dukuh Sukolilo Desa Sendangcoyo Kecamatan Lasem mengaku membutuhkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Rembang. Jenis perhatian yang dibutuhkan mereka antara lain bantuan pupuk buat tanaman durian.

Karmani, seorang petani durian warga RT 1 RW 6 dukuh setempat mengatakan, selama ini, pohon durian milik warga di daerahnya, dirawat umbaran. Menurutnya, jarang ada pohon durian yang dipupuk, padahal jika ditaburi Phonska hasilnya bisa lebih baik.

“Petani ya merawat pohon durian dengan cara seadanya saja. Belum pernah ada bantuan dari Pemerintah, padahal ini buah asli Rembang. Kalau petani butuhnya ya pupuk itu. Sebab, kalau pohon durian diberi Phonska, tingkat produktifitasnya akan meningkat,” katanya.

Ia menyebutkan, 80 persen atau sekitar 48 keluarga di Desa Sendangcoyo bekerja sebagai petani durian, terutama pada musim penghujan seperti sekarang. Puncak musim panen durian biasanya berlangsung pada bulan Februari hingga Maret 2018.

“Selain pupuk, produktivitas panen durian juga dipengaruhi oleh cuaca. Jika curah hujan terlalu tinggi, hasil panen biasanya sedikit. Rata-rata petani di sini mengembangkan jenis durian ceriwik. Bentuknya kecil, tetapi rasanya manis-pahit,” terangnya kepada mataairradio.com.

Sementara itu, Ika Himawan Affandi Kepala Seksi Pupuk Pestisida dan Alat Mesin Pertanian pada Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang mengatakan, semua usaha pertanian yang dilakukan petani berhak mendapatkan pupuk subsidi.

Namun, menurutnya, petani durian yang memerlukan bantuan pupuk bersubsidi mesti memiliki lahan pertanian maksimal dua hektare dan masuk dalam rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

“Saran saya kalau mereka (petani durian, red.) membutuhkan pupuk subsidi, mengusulkan RDKK lewat petugas PPL (penyuluh pertanian lapangan) setempat,” terangnya saat dikonfirmasi pada Selasa (14/11/2017) siang.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan