Petani di Rembang Masih Kesulitan Awali Tanam

Selasa, 5 Januari 2016 | 17:01 WIB
Tanaman padi petani di Dukuh Bogorejo Desa Karasgede Kecamatan Lasem yang ditanam dengan suluran air dari sumur warga setempat, Selasa (5/1/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Tanaman padi petani di Dukuh Bogorejo Desa Karasgede Kecamatan Lasem yang ditanam dengan suluran air dari sumur warga setempat, Selasa (5/1/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

LASEM, mataairradio.com – Sejumlah petani di Kabupaten Rembang masih mengalami kesulitan untuk mengawali tanam padi musim pertama atau MT-I.

Tingkat curah hujan masih terbilang rendah, bahkan petani yang ingin segera cepat menanam padi harus mengalirkan air sumur dengan pompa.

Jasri, warga Karasgede-Lasem mengatakan, petani di desanya banyak yang belum tanam padi karena masih kesulitan air. Mereka yang tidak sabar memang ada yang memanfaatkan air dari sumur bor dan dipompa untuk dialirkan ke sawah.

“Secara biaya, praktis membengkak. Di sini tidak ada yang gogo rancah karena biasanya banyak gulma. Ini menunggu hujan itu untuk tanam benih,” terangnya kepada reporter mataairradio.

Hartitik, petani dari Padaran-Rembang pun menyebut sawahnya masih kering, sehingga belum bisa memulai tanam padi. Ia mengakui hujan sudah terbilang sering turun, tetapi nyatanya sawah belum cukup air.

“Ya pasrah saja menunggu turun hujan sampai sawah layak ditanami,” katanya saat ditemui di tempat persemaian benih padi miliknya.

Sejatinya, Hartitik mengaku khawatir karena bibit padi yang disemainya pada awal Desember lalu, kini telah memasuki masa siap tanam.

Jika tanam tertunda karena kondisi sawah masih kering, ia cemas pertumbuhan padinya terganggu. Apalagi kini persediaan pangannya sudah habis.

“Kalau tidak bisa segera tanam ya khawatir juga. Ini persediaan gabah sudah habis untuk mencukupi kebutuhan,” tegasnya.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Rembang Suharso belum memberikan penjelasan mengenai tingkat curah hujan yang masih terbilang rendah meski sudah masuk bulan Januari, yang biasanya sering turun hujan. Diduga hal itu merupakan dampak dari sisa-sisa El Nino yang melanda Indonesia.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan