Petani di Kaliori Panen Garam di Luar Musim

Jumat, 20 April 2018 | 18:46 WIB

Yadiono, seorang petani di Dukuh Matalan Desa Purworejo Kecamatan Kaliori berhasil panen garam di luar musim karena mengembangkan garam terpal di atas lahan kosong, belakang rumahnya. (Foto: mataairradio.com)

 

KALIORI, mataairradio.com – Yadiono, seorang petani di Dukuh Matalan Desa Purworejo Kecamatan Kaliori berhasil panen garam di luar musim karena mengembangkan garam terpal di atas lahan kosong, belakang rumahnya.

Ia mengaku awalnya iseng. Ia menggelar plastik geomembran, bantuan dari Pemerintah yang diterimanya, beberapa tahun lalu. Lalu, ia menuang air laut ke hamparan tanah berpasir yang telah dilapisi dengan plastik geomembran.

“Dalam waktu kurang lebih seminggu, panen. Hasilnya, lumayan. Secara mutu, masuk kualitas super. Sementara secara produktivitas, dari satu petak lahan ukuran 10×4 meter, dihasilkan 2,5 kuintal garam,” katanya.

Yadiono memiliki empat petak lahan. Baru satu petak lahan yang panen. Tiga petak lainnya, baru akan panen pada Sabtu (21/4/2018) atau Ahad (22/4/2018) ini. Ia menyebut, keisengan itu kini membuahkan hasil yang lumayan.

Meskipun demikian, hingga Jumat (20/4/2018) ini, belum ada warga lain yang tampak tertarik mengikuti jejaknya. Ia menduga karena sebagian besar warga masih bekerja di tempat lain, seperti di pabrik atau menjadi anak buah kapal.

“Mungkin juga karena mereka belum tahu hasilnya. Beberapa orang mulai mengapresiasi. Garamnya bagus, Mbah. Nggak kalah dengan garam yang di tambak,” ujarnya.

Yadiono menambahkan, garam hasil produksinya dihargai lebih dari Rp2.000 per kilogram. Jika dihitung, dalam seminggu, dari satu petak lahan bisa diperoleh uang Rp500 ribu atau Rp2 juta dari empat petak lahan miliknya.

Untuk mengantisipasi hujan yang turun secara tiba-tiba, ia mengaku sedia plastik tipis. Bila hujan mau turun, plastik itu digelar di atas permukaan hamparan garam muda. Karena dekat rumah, antisipasi terhadap hujan bisa cepat.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan