Petani Cabai Rawit Rembang Jengkel Harga Fluktuatif

Jumat, 18 Maret 2016 | 13:29 WIB
Buah cabai rawit milik petani di Desa Kumendung Kecamatan Rembang Jarwanto, Jumat (18/3/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

Buah cabai rawit milik petani di Desa Kumendung Kecamatan Rembang Jarwanto, Jumat (18/3/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Para petani cabai rawit di Rembang menyatakan jengkel atas fluktuasi harga komoditas tersebut.

Di awal Maret ini, harga cabai sempat hanya Rp15.000, lalu naik jadi Rp19.000 pada pertengahan pekan, tapi pada Jumat (18/3/2016) ini turun jadi Rp14.000 per kilogram.

Jarwanto, petani cabai rawit di Desa Kumendung Kecamatan Rembang menyatakan sudah akan dua kali panen. Saat panen pertama sekitar 15 hari yang lalu, ia mengakui harga cabai di pasaran masih Rp15.000 per kilogram.

“15 hari lalu saya menjual sekitar 40 kilogram cabai. Panen pertama,” ujarnya kepada reporter mataairradio.

Saat panen kedua Jumat (18/3/2016) pagi, hasil petikannya lebih banyak. Namun ia kecewa karena harga cabai yang dikiranya masih naik di harga Rp19.000 per kilo, justru turun menjadi Rp14.0000 per kilogram.

“Ada kecewanya, meski naik-turun harga itu hal biasa. Tapi berubahnya (harga) kok cepat banget,” terangnya.

Jarwanto mengaku menanam cabai rawit di lahan seluas 1.500 meter persegi atau kurang dari seperempat hektare. Berdasarkan pengalaman, dari luas lahan tersebut, bisa dihasilkan total setengah ton lebih cabai rawit.

“Cabai rawit bisa dipetik hingga 10 kali. Sejak petik untuk kali pertama, maka untuk petik kedua dan seterusnya masing-masing jeda 10-12 hari,” ujar ia.

Kisaran hasil per sekali petik, untuk lahan seluas milik Jarwanto, berkisar rata-rata 40 kilogram.

Jika harga cabai rawit bertahan di Rp14.000-15.000 per kilogram, maka dalam satu musim, dirinya akan meraup hasil sekitar Rp7,5 juta.

“Hasil panen itu lumayan memberikan keuntungan. Tapi kalau sampai turun terlalu banyak atau sampai di bawah Rp10.000, ya akan rugi,” tegasnya.

Secara terpisah, Sudiran, pedagang cabai di Pasar Rembang membenarkan, harga cabai rawit pada Jumat (18/3/2016) pagi, hanya Rp14.000 per kilo atau turun Rp4.000 per kilo dari harga pada Rabu (16/3/2016) kemarin.

“Fluktuasi harga cabai adalah sesuatu yang wajar,” ujarnya.

Adapun mengenai penyebab fluktuasi, pedagang asal Dukuh Karangmencol Desa Sumberjo Kecamatan Rembang menduga karena daya beli dari masyarakat sedang menurun, sehingga pasar pun sepi.

“Kalau harga cabai merah besar masih tinggi di angka Rp55.000 per kilogram, sedangkan harga cabai merah keriting Rp36.000 per kilogram,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto/Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan