Petani Asal Japerejo Kembangkan 90 Jenis Anggur Impor

Selasa, 15 Januari 2019 | 20:52 WIB

Mohamad Yusuf seorang petani asal Dukuh Sengkan Desa Japerejo Kecamatan Pamotan mengembangkan 90 jenis tanaman anggur impor. (Foto: mataairradio.com)

 

PAMOTAN, mataairradio.com – Mohamad Yusuf seorang petani asal Dukuh Sengkan Desa Japerejo Kecamatan Pamotan mengembangkan 90 jenis tanaman anggur impor.

Ia memilih anggur karena ternyata tanaman jenis ini sangat cocok dikembangkan di daerah Rembang karena mempunyai iklim yang cocok yaitu bersuhu tropis dan ketinggian permukaan tanah kurang lebih satu sampai dua meter diatas permukaan laut (mdpl).

Yusuf saat dihubungi reporter mataairradio mengaku awalnya menggeluti usaha ini setelah dirinya sakit dan tidak kuat untuk bekeja keras, pekerjaan sebelumnya adalah petani tradisional dan juga kuli bangunan.

Pria lulusan Mts dan pondok pesantren ini belajar secara otodidak lewat grup dimedia sosial facebook. Saat pertama kali merintis sekitar beberapa bulan lalu usahanya sepat ditertawakan oleh warga karena umumnya anggur di Rembang memang hidup subur namun buahnya masam.

Apalagi dengan bibit yang mahal untuk ukuran masyarakat, yang paling murah seperti jenis ninel harganya Rp50.000 per batang dan yang paling mahal seperti jenis avatar harganya mencapai dua sampai tiga juta rupiah per batang.

Jenis Anggur yang dikembangkan sendiri rata-rata anggur meja atau anggur yang langsung siap saji, bukan sebagai bahan pokok wine atau minuman.

“Awalnya gak laku Mas, karena terlalu mahal harga bibitnya, padahal kalau sudah berbuah bisa untung lumayan,” ungkapnya.

Namun kini Yusuf sudah bisa membuktikan bahwa mengembangkan anggur bisa jadi alternatif usaha untuk masyarakat Rembang, dirinya sudah mempekerjakan dua orang untuk pembibitan dan satu orang di kebun untuk pembuahan.

Pesanan yang masuk juga sangat banyak, umumnya berasal dari luar Rembang seperti Magelang, Klaten, Solo, Semarang, bahkan sampai luar Jawa seperti dari Pekanbaru.

Disinggung jika ada orang yang ingin belajar Yusuf mempersilahkannya, dan akan diajari sampai bisa tanpa dipungut biaya alias gratis bahkan nanti akan ia beri hadiah berupa bibit.

“Monggo kalau ada yang mau belajar, saya juga senang membagi ilmu apalagi bisa bermanfaat bagi orang lain,” pungkasnya.

Shofi Ahmad Husnan salah satu pembeli bibit menyatakan tertarik dengan usaha pembibitan anggur ini. Ia mengetahui pembibitan anggur tersebut dari media sosial dan setelah ke lokasi dirinya ingin membuat kebun anggur sendiri.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



2 comments
  1. iyus rusmin

    Juli 8, 2019 at 10:34 pm

    admin, aku minta nmr hp muhamad yusuf dong

    Reply
  2. iyus rusmin

    Juli 8, 2019 at 10:36 pm

    admin, aku minta nmr hp muhamad yusuf dong

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan