Pesepakbola Muda Rembang Diminta Tak Diumbar

Jumat, 5 Desember 2014 | 14:55 WIB
Sejumlah pemain lokal Rembang ketika berlatih bersama di Stadion Krida Rembang, baru-baru ini. (Foto: Pujianto)

Sejumlah pemain lokal Rembang ketika berlatih bersama di Stadion Krida Rembang, baru-baru ini. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sejumlah kalangan berharap agar para pesepakbola muda potensial di Kabupaten Rembang tidak diumbar. Larangan atas penggunaan pemain mancanegara di kompetisi Divisi Utama musim depan, semestinya melecutkan semangat pemanfaatan pemain muda di tubuh PSIR.

Rudi Sukmana, mantan Asisten Pelatih PSIR musim lalu mengatakan, sejumlah pemain, khususnya mereka yang telah memperkuat PSIR pada musim 2014, masih tetap menjaga stamina melalui latihan ringan sebanyak tiga kali dalam seminggu, atau setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu.

“Kami berharap di musim 2015, tim PSIR bisa menggunakan tenaga muda, paling tidak 70 persen. Sebenarnya banyak pemain muda berkualitas. Sayangnya, pemain muda di Rembang ini banyak terbengkalai bahkan diumbar begitu saja, alias kurang ‘disentuh’ oleh pelatih-pelatih,” kata Rudi, Jumat (5/12/2014).

Kegiatan latihan bersama atau pemusatan latihan, menurutnya diperlukan, untuk mewadahi pesepakbola muda potensial, rekomendasi dari setiap pelatih di lingkup lokal Rembang.

“Kami sadari, kegiatan seperti itu membutuhkan biaya. Namun jika programnya jelas, misalnya dengan dibumbui kompetisi, dengan biaya sendiri pun, kami rasa, pemain akan terdorong. Tetapi memang semestinya, Pemerintah memberi perhatian melalui Pengcab PSSI Rembang,” tandasnya.

Lebih khusus, Rudi berharap, agar pemusatan latihan terhadap pemain lokal Rembang yang sudah merumput bersama PSIR senior selama ini, segera bisa diwujudkan, agar budaya membentuk tim secara instan yang berujung pada rendahnya kualitas, tidak terus terulang.

“Pemain yang bagus sekalipun, jika tidak intens berlatih dan menjaga stamina, berisiko kembali kurang tajam bahkan tumpul. Pemusatan latihan menjadi penting dengan beragam konsekuensinya,” katanya menegaskan.

Ketua Pengcab PSSI Rembang Wahyu Adi Hermawan mengatakan, pemusatan latihan menjadi program yang telah dirancang. Hanya saja, pembiayaan yang minim, menjadi batu sandungan. Lagi pula, khusus yang menyangkut persiapan PSIR, masih banyak yang perlu mendapat kejelasan.

“Salah satunya mengenai kepengelolaan musim depan. Lainnya mengenai kapan kompetisi Divisi Utama 2015 diputar. Saya rasa, pembicaraan dan langkah secara lebih konkret, lebih tepat dilakukan setelah kami (PSSI) Rembang menghadiri Konggres PSSI di Jakarta, Januari 2015 nanti,” ujarnya singkat.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan