Pesantren Al-Anwar Sarang Bantah Adanya Penyitaan “Obor Rakyat”

Senin, 30 Juni 2014 | 13:00 WIB
Ketua Panwaslu Rembang Muchlis Ridlo, Jumat (27/6) pagi menunjukkan tabloid Obor Rakyat yang disita dari Pesantren Anwarus Sholihin Kragan. (Foto:Pujianto)

Ketua Panwaslu Rembang Muchlis Ridlo, Jumat (27/6) pagi menunjukkan tabloid Obor Rakyat yang disita dari Pesantren Anwarus Sholihin Kragan. (Foto:Pujianto)

SARANG, MataAirRadio.net – Pesantren Al-Anwar Sarang membantah adanya penyitaan tabloid “Obor Rakyat” oleh Panitia Pengawas Pemilu di wilayahnya. Sebelumnya diberitakan bahwa Panwaslu Kabupaten Rembang mengamankan empat eksemplar tabloid tersebut dari pesantren asuhan KH Maimoen Zubair ini.

Menurut Ketua Pesantren Al-Anwar Sarang Ahmad Muntaha, sampai dengan saat ini, belum pernah ada petugas, baik dari Panwascam Sarang ataupun Panwaslu Kabupaten Rembang yang datang ke Pesantren Al-Anwar Sarang dan kemudian menyita tabloid tersebut.

Menanggapi klarifikasi ini, Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang Muchlis Ridlo pun meluruskan. Menurutnya, tabloid “Obor Rakyat” sempat ada di wilayah Pesantren Al-Anwar. Hanya saja tabloid ini buru-buru diamankan oleh pihak pesantren, namun diketahui oleh salah seorang anggota Panwascam Sarang.

Melalui surat elektronik yang diterima awak media pada Sabtu, 28 Juni kemarin, pihak Pesantren Al-Anwar Sarang menyatakan selalu berpartisipasi dalam Pemilu, baik Pileg ataupun Pilpres, dengan mengedepankan kesantunan.

Pihak pesantren pun menyatakan tidak akan membiarkan majalah yang berisikan kampanye hitam beredar di pondok. Pihak pesantren mendukung langkah Panwaslu dalam mengantisipasi penyebaran tabloid “Obor Rakyat”.

Namun, Panwaslu diminta untuk mengkritisi kemungkinan peredaran tabloid “Obor Rahmatan Lil Alamin” di Kabupaten Rembang. Terkait tabloid yang ini, Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang Muchlis Ridlo belum bisa memberikan komentar. Pihaknya belum pernah melihat bentuk dan isi tabloid ini, dan apakah termasuk alat kampanye hitam atau tidak.

Pihak Panwaslu Kabupaten Rembang meminta kepada masyarakat agar tidak mudah terpancing dengan isu dan fitnah-fitnah yang beredar, terlebih semakin mendekati pelaksanaan Pilpres. Pihaknya juga berharap kepada setiap elemen masyarakat agar berikhtiar menyukseskan Pilpres 9 Juli nanti. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan