Pesan Gus Mus Kepada Ansor: Jaga Kemanusiaan Keislaman dan Keindonesiaan

Selasa, 16 Oktober 2018 | 15:48 WIB

 

Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) didampingi KH Yahya Cholil Staquf memberikan pesan sambutan kepada Pasukan Kirab Satu Negeri dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur di Aula Pondok Pesantren Raudlatut Thalibien Leteh-Rembang, pada Senin (15/10/2018) sekitar 19.30 WIB. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tokoh Nasional sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Raudlotut Thalibien Leteh-Rembang Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus berpesan kepada generasi muda khususnya Gerakan Pemuda Ansor.

Ada tiga poin penting yang disampaikan beliau, yakni supaya generasi muda tetap menjaga nilai kemanusiaan, keislaman, dan nilai keindonesiaan.

Pesan tersebut disampaikan saat Pasukan Kirab Satu Negeri (KSN) sowan ke kediaman Gus Mus, pada Senin (15/10/2018) sekitar pukul 19.30 WIB.

Pasukan yang berasal dari salah satu pulau terdepan Indonesia, yakni Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur tersebut juga disambut oleh KH Yahya Cholil Staquf yang merupakan salah satu Anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

Para penerus bangsa dari Gerakan Pemuda Ansor tersebut diajak untuk mengingat dan mensyukuri nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada manusia.

Menurut Gus Mus, terkadang manusia lupa mensyukuri nikmat Allah karena tidak sadar akan nikmat yang telah Tuhan limpahkan.

“Mensyukuri nikmat diperlukan sebuah kesadaran atas nikmat yang telah Allah karuniakan,” pesan Gus Mus.

Gus Mus menjelaskan tiga hal besar yang harus disyukuri manusia diantaranya adalah kita ditakdirkan oleh Allah sebagai manusia, kemudian sebagai umat islam serta menjadi Warga Negara Indonesia.

Beliau mengingatkan bahwa di dunia ada makhluk yang ditakdirkan Allah menjadi batu yang mana tidak seperti manusia yang dapat merasa, berpikir, dan mengungkapkan perasaannya.

“Jadi, kita harus bersyukur ditakdirkan sebagai manusia,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Gus Mus kita juga harus bersyukur ditakdirkan Allah menjadi orang Indonesia, karena Indonesia merupakan negara yang indah dan istimewa.

Indonesia memilik iklim yang ideal, tidak seperti negara-negara yang lain. Iklim di negara-negara lain seperti di Benua Eropa suhu udaranya cenderung dingin, bahkan bisa mencapai minus nol derajat.

“Kemudian di negara-negara Timur Tengah iklimnya itu panas, berbeda dengan Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Pasukan Kirab Satu Negeri dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur yang membawa 17 pataka atau bendera merah putih tiba di Kabupaten Rembang melalui perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur di Desa Temperak Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang, pada Senin (15/5/2018) siang.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

 

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan