Perwira Polisi Ditabrak Pengendara Motor Saat Melakukan Razia

Minggu, 22 Februari 2015 | 15:13 WIB
KBO Satlantas Polres Rembang Iptu haryanto sesaat sebelum dirujuk ke Solo, Sabtu (21/2/2015) malam. (Foto: Wahyu Salvana)

KBO Satlantas Polres Rembang Iptu haryanto sesaat sebelum dirujuk ke Solo, Sabtu (21/2/2015) malam. (Foto: Wahyu Salvana)

 

REMBANG, mataairradio.com – Seorang perwira polisi ditabrak pengendara sepeda motor yang berusaha kabur, saat melakukan razia di Bundaran Tugu Pasar Rembang, Sabtu (21/2/2015) malam.

Perwira polisi itu adalah Iptu Haryanto, Kaur Bin Ops Satlantas Polres Rembang.

Awalnya, aparat gabungan polisi dan tentara menggelar Operasi Cipta Kondisi. Namun tiba-tiba, dari arah utara menuju ke selatan, melaju pesepeda motor berboncengan.

Diduga tak menyadari adanya razia, pengendara itu gugup dan malah memacu kendaraan saat hendak dihentikan.

Iptu Haryanto yang mengadangnya ditabrak hingga mengalami patah kaki kanan.

Kanitlaka Satlantas Polres Rembang Iptu Muhammad Ismail menduga sang pengendara yang bernama Mariyanto (25) warga Babadan-Kaliori itu mabuk karena terbau alkohol dari mulutnya.

“Kami nggak bisa menyatakan pengendara itu mabuk. Yang jelas dari mulutnya, bau alkohol. Dia tak berhelm dan tidak memiliki SIM. STNK-nya juga mati setahun,” ungkapnya.

Iptu Haryanto segera dilarikan ke rumah sakit daerah Rembang. Namun guna mendapatkan perawatan yang lebih intensif, yang bersangkutan dirujuk ke Solo.

Kapolres Rembang AKBP Muhammad Kurniawan dan sejumlah perwira polisi lainnya tampak datang ke rumah sakit menengok Haryanto.

Sementara itu, Kanitlaka langsung menjebloskan Mariyanto ke sel tahanan Makolantas Polres Rembang. Pengendara Honda Beat K 3879 JM itu langsung ditetapkan sebagai tersangka.

“Yang bersangkutan baru kami periksa pada Minggu (22/2/2015) pagi, karena tadi malam dia masih belum bebas dari pengaruh alkohol,” ujarnya.

Polisi menjerat Mariyanto dengan pelanggaran Pasal 310 ayat 3 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas, yang ancaman hukumannya lima tahun penjara atau denda Rp10 juta.

“Rekan Mariyanto yang membonceng, kami tetapkan sebagai saksi dan tidak sedang dalam pengaruh alkohol. Dia (rekan Mariyanto) belum kami bebaskan. Mungkin baru siang ini,” katanya.

Kapolres Rembang AKBP Muhammad Kurniawan mengimbau masyarakat agar menjaga ketertiban dalam berlalu lintas.

“Kami minta agar masyarakat tak menggunakan kendaraan yang melanggar peruntukannya, misalnya sudah dimodifikasi atau menimbulkan suara yang terlalu bising,” ujarnya.

Atas kasus yang menimpa salah satu anggotanya, Kapolres Rembang mengaku akan melakukan pendisiplinan kepada masyarakat yang melanggar aturan.

“Kami juga menyoroti aksi ugal-ugalan sebagian pemotor. Kami telah menyarankan kepada Dinas Perhubungan agar memasang setopan di kawasan Alun-alun Rembang agar kendaraan tak melaju terlalu kencang,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. Aku manusia

    April 22, 2018 at 4:50 pm

    Smoga cepet sembuh ya um… udah sih tapi ngilu lihatnya dalem kaki ada besi nya…

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan