Perusahaan Otobus di Rembang Diinspeksi Menjelang Aksi 212

Senin, 28 November 2016 | 14:56 WIB
Kasatlantas Polres Rembang AKP Muh Rikha Zulkarnaen mendatangi salah satu perusahaan otobus di daerah ini guna mengantisipasi pemberangkatan massa ke Jakarta pada 2 Desember mendatang. (Foto: mataairradio.com)

Kasatlantas Polres Rembang AKP Muh Rikha Zulkarnaen mendatangi salah satu perusahaan otobus di daerah ini guna mengantisipasi pemberangkatan massa ke Jakarta pada 2 Desember mendatang. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – 10 Perusahaan otobus (PO) dan travel di Kabupaten Rembang diinspeksi oleh pihak satuan lalu lintas kepolisian resor setempat guna antisipasi pengangkutan massa ke Jakarta pada 2 Desember mendatang.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang AKP Muh Rikha Zulkarnaen mengungkapkan, seluruh PO dan travel di daerah ini sepakat tidak mau menerima atau menyewakan armadanya guna mengangkut massa menuju Jakarta dalam aksi 2 Desember nanti.

“Jika ada pemesanan armada terkait aksi tersebut, seluruh pengelola PO dan travel sudah bersepakat akan menolaknya,” terang Kasatlantas via siaran pers Humas Polres Rembang, Senin (28/11/2016).

Menurut Rikha, seluruh PO dan travel juga bersepakat untuk bertukar informasi mengenai kemungkinan pemesanan armada kepada PO dan travel terkait aksi yang disebut 212 dan diklaim sebagai aksi damai bela agama ini.

“Dari sepuluh PO dan travel di Rembang yang menjalin koordinasi dengan kami, total terdapat lebih dari 57 armada berbagai jenis. Semuanya dipastikan tidak akan disewakan untuk keberangkatan ke Jakarta terkait unjuk rasa,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Polres Rembang AKBP Sugiarto mengimbau seluruh warga di kabupaten ini agar tidak ikut datang ke Jakarta pada aksi 2 Desember 2016.

Ia khawatir aksi yang antara lain akan diisi dengan salat jumat di jalan dikhawatirkan ditunggangi oleh orang-orang yang tak bertanggungjawab.

“Kalau ormas, kami belum medeteksi adanya rencana keberangkatan pada 2 Desember mendatang ke Jakarta. Namun, untuk perorangan tentu kami tidak mengetahuinya,” ujarnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan