Perusahaan Malaysia Bakal Bangun Pabrik di Rembang

Selasa, 14 Februari 2017 | 15:07 WIB

Dua alat berat tampak sudah beroperasi di tapak bakal pabrik pakan ternak dan pembibitan broiler di wilayah Desa Kasreman Kecamatan Rembang, Selasa (14/2/2017). Dua alat berat itu membuat jalan sebagai akses bagi alat-alat berat guna pembangunan pabrik. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sebuah perusahaan yang berasal dari negeri tetangga Malaysia, PT Malindo Feedmill bakal membangun pabrik di Kabupaten Rembang.

Menurut informasi yang dihimpun mataairradio.com, rencananya perusahaan akan mendirikan pabrik yang bergerak di bidang produksi pakan ternak dan pembibitan broiler.

Berdasarkan penelusuran, pabrik itu akan berdiri di wilayah Desa Kasreman Kecamatan Rembang. Lokasinya berada di utara desa, sekitar 400 meter dari permukiman warga.

Kepala Desa Kasreman Karyono mengonfirmasi rencana pendirian pabrik pakan ternak dan pembibitan broiler oleh perusahaan dari Malaysia di wilayahnya.

Namun, ia mengatakan, belum ada sosialisasi secara langsung dari pihak perusahaan kepada warga setidaknya hingga Selasa (14/2/2017) pagi, padahal kini sudah ada mobilisasi alat berat.

“Kami sudah menghubungi manajemen perusahaan soal sosialisasi. Manajemen mengatakan sosialisasi akan dilakukan setelah pembangunan pabrik memasuki tahap kedua,” katanya.

Menurutnya, sosialisasi oleh perusahaan terhadap warga desa diperlukan, terutama menyangkut kompensasi terkait dampak mobilisasi alat-alat berat terhadap kerusakan jalan.

“Pastinya kami selaku Pemerintah Desa akan meminta kompensasi terkait dengan dampak mobilisasi alat-alat berat perusahaan terhadap jalan yang menjadi rusak,” tandasnya.

Tri Nur Huda, salah seorang warga Desa Kasreman juga menyatakan mendengar rencana pembangunan pabrik pakan ternak dan pembibitan broiler di desanya.

Ia mengaku mendukung pendirian pabrik tersebut di desanya karena berharap ada pengentasan pengangguran atau penyerapan tenaga kerja berasal dari masyarakat setempat.

Namun ia mengingatkan agar pihak perusahaan mematuhi prosedur dan menaati peraturan yang berlaku, terutama menyangkut dampak buruk limbah pabrik serta pengelolaannya.

Sekretaris Dinas Penananam Modal Perizinan Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Rembang Sri Sugiyarti mengatakan pihak perusahaan itu sudah memproses perizinan.

“Perusahaan memang sudah masuk ke kami untuk mengurus perizinan, tetapi belum terhadap semua (kebutuhan perizinan),” katanya kepada mataairradio.com.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan